Diduga Lakukan KDRT Terhadap Istri, Komisioner KIP Jateng Dibebastugaskan

Sabtu, 17 April 2021 15:14 WIB

Share
Ketua KIP Jateng Sosiawan (tengah) saat memberikan keterangan terkait pembebasan tugas SH. Foto: Ist

POSKOTAJATENG, SEMARANG - Komisioner Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Tengah berinisial SH dibebastugaskan dari lembaga tersebut lantaran diduga melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya.


Ketua KIP Jateng Sosiawan mengungkapkan, langkah membebastugaskan SH bertujuan supaya ada akuntabilitas dan kepercayaan dari publik.


“Sejak rapat pleno KIP pertama pada 12 April 2021, kami sudah dalam posisi membebaskan dia (SH) dari tugas dan kewenangan sebagai komisioner KIP,” katanya kapada wartawan di Kantor KIP Jateng di Jalan Tri Lomba Juang Semarang, Jumat (16/4/2021). Pembebastugaan ini berlaku sampai persoalan terhadap HS selesai, dengan adanya keputusan dari mejelis etik.

BACA JUGA:Ikatan Cinta Malam Ini 17 April 2021, Aldebaran Ketahuan Bongkar Makam Roy

[page-pagination]


Lebih laanjut Sosiawan yang didamping Wakil Ketua KIP Zainal Abidin Petir dan anggota Ermy Sri Ardhiyanti menyatakan, dalam rapat pleno SH diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi atau penjelasan terkait laporan Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Jateng. Dalam laporannya, JPPA melaporkan HS diduga melakukan tindak KDRT terhadap istrinya dengan melakukan pemukulan sampai berdarah.


“Pada rapat pleno, dengan diksi memukul, menampar atau menjenggung, yang pasti diakui (HS) melakukan KDRT yang berakibat pendarahan pada wajah pelapor. Sudah diakui, tidak dibantah,” ujar Sosiawan.


Denggan fakta ini, KIP Jateng memutuskan menerima laporan JPPA Jateng terhadap HS yang diduga melanggar Peraturan Komisi Informasi (Perki) No 3 Tahun 2021tentang Kode Etik Anggota Komisi Informasi.

Majelis Etik


Untuk menindaklanjuti kasus itu, lanjut Sosiawan membentuk Majelis Etik yang beranggotakan tiga orang dari unsur akademisi, tokoh masyarakat, dan KIP.
Mereka adalah Prof Dr Sri Suhandjati Sukri (akademisi/dosen Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang), Drs Eman Sulaiman MH (tokoh masyarakat/MUI Jateng), dan Gede Narayana SE, MSi (ketua Komisi Informasi Pusat).

Halaman
1 2
Reporter: Aji
Editor: Admin Jateng
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler