Laut Pangandaran Waspada Tercemar Limbah Masker dan Sarung Tangan Medis

Sabtu, 17 April 2021 16:20 WIB

Share
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran, Suheryana

POSKOTAJATENG, PANGANDARAN- Sejak virus Covid-19 mewabah diberbagai negara dunia, termasuk juga Indonesia mengakibatkan penggunaan perlindungan diri seperti masker dan sarung tangan semakin meningkat.

Hal tersebut berpotensi jadi masalah baru sebagai pencemar lingkungan khususnya di perairan laut Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Itulah sebabnya, Kabupaten Pangandaran mewaspadai limbah masker dan sarung tangan medis yang sudah tidak terpakai.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran, Suheryana menyebutkan, berdasarkan hasil keterangan dari para ahli bahwasanya masker medis dinilai efektif mencegah penularan Covid-19.

BACA JUGA: Tiga Kawanan Orang Bersenjata Merampok Rumah Bek AS Roma Chris Smalling

[page-pagination]

"Namun Kementerian Kesehatan pada tahun 2019 lalu telah mengeluarkan realese limbah medis setiap hari mencapai 295 ton," ujarnya kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

Mengalami Peningkatan

Kata dia, apalagi setelah terjadi pandemi Covid-19 limbah medis mengalami peningkatan sampai 30 persen yang didalamnya ada masker dan sarung tangan.

"Selain Kemenkes, ada juga kelompok lingkungan Oceans Asia pernah menyatakan lebih dari 1,5 miliar sampah masker dan sarung tangan masuk ke lautan. Dan tingkat produksi masker pada tahun 2020 diperkirakan sebanyak 52 miliar masker yang diproduksi secara global," tuturnya.

Suheryana memperkirakan, jika diperhitungkan, dampak pandemi Covid-19 menyumbang 6.200 ton sampah masker dan sarung tangan yang mencemari lautan.

Halaman
1 2
Reporter: Ade
Editor: Admin Jateng
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler