Bincang Hari Kartini, Atikoh Ganjar Pranowo Ajak Perempuan yang Berperan Ganda Harus Bisa Jaga Pola Asuh Anak

Selasa, 20 April 2021 15:51 WIB

Share
Atikoh Ganjar Pranowo. Foto: Ist

POSKOTAJATENG, SEMARANG – Perempuan berkarier atau memiliki peran ganda, mengapa tidak. Namun, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Terlebih, bagi perempuan yang sudah berkeluarga. Sebagai ibu rumah tangga, dia dituntut tetap menjaga pola asuh anak dan suaminya.


Lantas bagaimana tipsnya? Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo membeberkannya saat berbincang di live instagram @ayomjavavillage, untuk menyambut Hari Kartini, Selasa (20/4/2021). Menurutnya, yang penting support system dari orang di sekitar, khususnya keluarga.

BACA JUGA: BAZNAS Kabupaten Magelang Mentasyarufkan Dana Bantuan Kepada Mustahik

[page-pagination]


Siti Atikoh menceritakan suaminya Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah pernah menjadi single parent selama dua setengah tahun dalam mengasuh putra tunggalnya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar.
“Saat Alam masuk TK, saya harus kuliah di Jepang. Di sini supporting pasangan kita sangat penting. Waktu itu Mas Ganjar menjadi single parent,” ujar Atikoh.


Lebih lanjut, pada waktu suaminya masih menjabat di DPR RI, dia berkesempatan kuliah di daerah Bandung selama satu setengah tahun. Selama itu pula, dia hanya bisa bertemu dengan keluarga satu minggu sekali, bahkan rela hanya berkirim kabar jika tidak bisa pulang ke Jakarta.


Usai dari Bandung, Atikoh kemudian melanjutkan kuliah di Jepang dan ditempuh selama kurang lebih satu tahun. Sehingga selama di Bandung dan Jepang, baginya peran suaminya sangat penting untuk mengasuh putranya, sekaligus memberi dukungan terhadapnya.


“Justru Mas Ganjar yang mendukung saya untuk melanjutkan di Jepang. Dan di sini peran pola asuh ayah sangat penting dalam keluarga. Waktu itu Mas Ganjar masih di DPR kalau kerja bahkan sampai malam, pagi ke TK-nya Alam. Tapi Mas Ganjar tidak pernah mengeluh, ini yang membuat saya selalu merasa ter-support,” tuturnya.

Komunikasi


Dari yang dialaminya itu, Atikoh mengatakan, komunikasi dan kompromi dengan pasangan hidup sangat penting untuk perempuan agar mampu berperan ganda. Baik sebagai ibu, maupun sebagai wanita yang bekerja.
“Harus ada komunikasi, kompromi, dan kesepakatan dengan pasangan, boleh tidak bekerja dan lain sebagainya. Kalau sekarang kesempatan sangat terbuka baik pendidikan dan karir bagi perempuan,” imbuhnya.

Halaman
1 2
Reporter: Aji
Editor: Admin Jateng
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler