Bahaya Paham Radikalisme, Tim Divhumas Polri dan Polda Jateng Sampaikan Ini di Ponpes Demak

Kamis, 22 April 2021 21:26 WIB

Share
Kabag Penum Ro Penmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Dr Ahmad Ramadhan SH MS saat menyampaikan bahaya paham radikalisme. Foto: Ist

POSKOTAJATENG, DEMAK - Tim Divhumas Mabes Polri bersama Polda Jateng usai kegiatan di Semarang, langsung menuju ke wilayah Kabupaten Demak. Kedatangan Tim Divhumas Polri dan Polda Jateng disambut KH Akromulhadi pengasuh Pondok Ponpes Langgar Wali Jogoloyo Wonosalam Demak, Kamis Siang (22/4/2021). Dalam kesempatan itu, Kabag Penum Ro Penmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Dr Ahmad Ramadhan SH MS menyampaikan bahaya radikalisme.


Dalam kunjungan ke pondok itu, Kabag Penum Ro Penmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Dr Ahmad Ramadhan SH MS, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Kapolres Demak, AKBP Andika Bayu Adhitama, SIK, MH dan KH. Akromulhadi pengasuh Pondok Ponpes Langgar Wali Jogoloyo Wonosalam Demak, serta para santrinya, dan juga Tim Divhumas Polri.

BACA JUGAGiat Bakti Sosial, Serdik Sespimmen Lemdiklat Polri Dikreg ke-61 Berdonor Darah ke PMI Bandung

[page-pagination]


Ahmad Ramadhan mengatakan, bahwa kedatangannya dalam rangka untuk meliput kegiatan Ponpes Langgar Wali Jogoloyo Wonosalam Demak yang berada di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Selain meliput kegiatan Ponpes, Ahmad Menjelaskan, bahwa kedatangannya bersama TIM Divhumas Polri ke Ponpes Demak inj, untuk menyampaikan program mabes Polri mengenai kontra radikal.


"Jadi sebelum kami sampai di sini kami melakukan diskusi di Semarang. Apakah kontra radikal dan terorisme itu? Kontra radikal adalah bibit menjadikan seseorang untuk menjadi terorisme," jelasnya.


Dikatakan Ahmad, terorisme ini bisa menghancurkan Negara dan umat di dunia ini. Program Kontra Radikalisme ini, program untuk membentengi diri atau pertahanan dari ancaman paham paham radikal kemasyarakat terutama generasi muda.


"Sehingga, ketika kita kuat, paham paham ataupun doktrin-  doktrin radikallisme ini, tidak mudah masuk kedalam masyarakat. Jadi perlu dipahami juga bahwa teroris yang masuk ke Indonesia ini, melalui jalur jalur pendidikan pondok pesantren," ucap Ahmad.

Tidak Terpapar

Diungkapkannya, berbeda dengan Pondok Pesantren Langgar Wali Jogoloyo Wonosalam Demak tidak terpapar pengaruh radikallisme dan terorisme. Namun, ia juga berpesan, untuk tetap memperkokoh diri kepada santri dan masyarakat demak dari bahaya paham radikalisme yang menjadikan terorisme.

Halaman
1 2
Reporter: Aji
Editor: Admin Jateng
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler