Pemprov Jateng Serap Parsel Lebaran dari Produk UMKM, 2.000 Paket Sudah Terbeli

Jumat, 23 April 2021 21:47 WIB

Share
Pelaku usaha sedang mengemas parsel Lebaran dari produk UMKM. Foto: Ist

POSKOTAJATENG, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggalakkan program belanja parsel Lebaran dari produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hingga kini, sudah ada 2.000 paket yang terbeli oleh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), BUMD maupun BUMN.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Ema Rachmawati menuturkan, gerakan ini didasari niat untuk menyerap produk pengusaha kecil, jelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Tujuannya, untuk membantu penjualan pengusaha UMKM, di tengah pandemi Covid-19.


Dia menjelaskan, ada tiga produk parsel yang ditawarkan yakni, paket Sukkari senilai Rp 300.000, paket Medjool senilai Rp 400.000 dan paket Ajwa senilai Rp 500.000. Di dalam paket parsel tersebut terdapat 10 hingga 14 produk, seperti abon, rengginang, emping, sirup jahe, kopi, stik sayur, serundeng, keripik talas, hingga bandeng kaleng.

BACA JUGA: Polres Temanggung Edukasi Masyarakat untuk Tak Mudik Sambil Bagi Takjil

[page-pagination]


"Kalau kesiapan dari UKM, terlebih dahulu kami kurasi. Paling tidak untuk yang produk makanan harus memiliki izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan (label) halal. Itu untuk menjamin keamanan dari konsumen. Kedua, dari segi kemasan harus yang bagus, saya tidak mau yang bungkusnya plastik tipis. Selanjutnya kapasitas produksi harus siap memenuhi 1000 paket dalam kurun dua minggu," ujarnya, melalui sambungan telepon, Jumat (23/4/2021).
Ia mengatakan, gerakan belanja produk UKM Jawa Tengah mendapat respon baik dari lingkup OPD Provinsi Jawa Tengah. Hingga saat ini sudah 2000 paket terjual.

"Pak Gubernur juga beli yang paket Rp 500 ribu beli lima belas, pokoknya banyak pak gub itu. Pokoknya kalau tidak 15, 20 ya 30 paket belinya, kalau tidak salah ingat. Ya Paket Ajwa, Medjool sama Sukkari dibeli semua," ungkapnya.

Ema mengatakan, selain di OPD Pemprov Jateng, gerakan ini juga dilakukan di lembaga keuangan, yang dikomandoi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ke depan, program ini diharapkan diadopsi dengan event yang berbeda.
Dengan pembelian parsel dari UKM, Ema berharap dapat menambah modal pengusaha yang sempat terimbas efek Covid-19. (Aji)

Reporter: Aji
Editor: Admin Jateng
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler