Persatuan Dukun Nusantara juga Berikan Bantuan Guna Temukan KRI Nanggala-402 yang Hilang Selat Bali

Sabtu, 24 April 2021 15:16 WIB

Share
Sekelompok dukun berdoa, ikut mencari Nanggala-402

POSKOTAJATENG, SEMARANG- Hingga saat ini, Sabtu  (24/4/2021) KRI Nanggala-402 yang telah hilang dua hari lalu di perairan Bali masih juga belum dapat ditemukan. Bantuan dari beberapa negara juga sudah datang untuk ikut pencarian, kapal selam andalan Indonesia tersebut.

Angkatan Laut Singapura kirimkan bantuan berupa Kapal MV Swift Rescue, kapal canggih yang mampu bertahan di lautan sekitar dua minggu. Amerika Serikat juga tidak mau ketinggalan, mendatangkan pesawat mata-mata Poseidon P-8 USA yang telah tiba di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai.

Dari dalam negeri, beberapa kapal yang dimiliki TNI AL juga sudah ikut mencari. Seluruh bantuan kini dikerahkan demi mempercepat pencarian kapal selam tersebut, terlebih saat ini keadaannya sudah menjadi gawat lantaran cadangan oksigen yang ada didalam kapal selam KRI Nanggala-402 hari ini sudah habis.

Kelompok Dukung

Selain TNI, Polisi,negara-negara asing dan instansi terkait lainnya ternyata ada sekelompok dukun yang juga membantu mencari kapal selam KRI Nanggala-402.

Melansir dari postingan akun Instagram @smart.gram, Jumat (23/4/2021), dijelaskan bahwa sekelompok dukun itu merupakan komunitas dari Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) yang ikut serta dalam pencarian kapal selam KRI Nanggala-402.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram tersebut, adanya sekitar delapan sampai sepuluh orang pria yang sedang membacakan doa di laut yang diperkirakan ada di Selat Bali.

Sejumlah netizen yang melihat video itu tidak mempermasalahkannya dan justru mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh sejumlah pria itu.

“selagi bisa mambantu ga ada salahnya kok.. semoga cepat ketemu,” tulis salah seorang netizen Instagram. (Rau)

 

Reporter: Ade
Editor: Admin Jateng
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler