OJK Dorong Sektor Keuangan Syariah Lebih Inklusif dan Kompetitif

Minggu, 25 April 2021 11:08 WIB

Share
Kantor OJK

POSKOTAJATENG, SEMARANG- Potensi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia masih sangat besar, mengingat lebih dari 87 persen penduduk Indonesia (230 juta orang) adalah muslim, dengan 56,7 persen populasinya tinggal di daerah perkotaan.

Hal tersebut didukung pula dengan nilai industri halal yang terus meningkat, pada tahun 2020 mencapai 3 miliar dolar AS. Indonesia juga dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Halal terbaik di dunia menurut Global Moslem Travel Index 2019.

Berdasarkan data OJK per Februari 2021 total aset keuangan syariah Indonesia mencapai Rp1.836,57 triliun, termasuk sektor perbankan, pasar modal dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah.

BACA JUGA: Meriah dan Gayeng, Gebyar Lintas Seni Panggung Kahanan di Pati

[page-pagination]

Market share perbankan dan IKNB syariah terhadap nasional masih di bawah 10 persen yaitu masing-masing sebesar 6,48 persen dan 4,37 persen. Sementara pasar modal syariah, market sharenya terhadap nasional sudah mencapai 17,29 persen.

Relatif Rendah

Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso mengatakan, selain market share yang relatif rendah dibanding konvensional, tantangan lain dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia di antaranya competitiveness produk/layanan dan tingkat literasi yang masih rendah, serta terbatasnya SDM untuk mendukung pengembangan sektor syariah.

"Tingkat literasi keuangan syariah hanya sebesar 8,93 persen, sementara indeks literasi nasional tercatat sebesar 38,03 persen," jelas Wimboh, dalam sarasehan dengan tema “Peran Sektor Keuangan Syariah Dalam Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Jawa Tengah di Semarang Jumat (23/4).

BACA JUGA: Rumah Orangtua Komandan KRI Nanggala-402 Sepi, Sang Ibu Sudah Berangkat ke Surabaya

Halaman
1 2
Reporter: Ade
Editor: Admin Jateng
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler