Pemkab Semarang Siapkan 163 Tanki Air Bersih untuk Antisipasi Daerah Rawan Kekeringan

Senin, 26 April 2021 16:03 WIB

Share
BPBD Kabupaten Semarang usai mengikuti acara kesiapsiagaan bencana tingkat Kabupaten Semarang. Foto: Ist

POSKOTAJATENG, UNGARAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, telah menyiapkan bantuan air bersih bagi warga di daerah rawan kekeringan, yang kesulitan air bersih. Setidaknya 163 tanki air bersih disiapkan untuk daerah yang rawan kekeringan.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Heru Subroto usai upacara hari kesiapsiagaan bencana tingkat Kabupaten Semarang di halaman Kantor BPBD, Senin (26/4/2021). Disampaikan, memasuki musim kemarau tahun ini, pihaknya memetakan 14 dari 19 kecamatan masuk kategori rawan kekeringan. Dari 14 kecamatan tersebut, sebanyak 77 dusun di 33 desa termasuk sangat rawan kekeringan.

“Kita siapkan bantuan air bersih sebanyak 163 tanki berisi masing-masing 5 ribu liter. Jumlah itu bisa ditambah sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Dijelaskan, bantuan air bersih juga didukung dari Pemprov Jateng serta partisipasi perusahaan swasta.

Bantuan

Senada, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan, untuk mengantisipasi bencana kekeringan dan kebakaran, pihaknya telah menyiapkan anggaran bantuan dan memetakan desa-desa wilayah yang berpotensi terjadi bencana. Penanganan bencana akan dilakukan secara terpadu dengan pihak-pihak terkait.

“Sehingga jika ada permintaan bantuan termasuk air bersih kita sudah siap,” ujar bupati.

Disinggung penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Semarang, bupati memastikan tetap berkomitmen tinggi menyiapkan langkah strategis. Di antaranya, menggerakkan satgas Jogo Tonggo hingga ke tingkat RT/RW. Selain itu pembelajaran tatap muka di sekolah juga dilarang, serta pengetatan pengawasan para pemudik yang nekad pulang kampung.

“Ada pula pembagian masker dan hand sanitizer kepada para pedagang pasar untuk menekan potensi penyebaran virus,” tegasnya. (Aji/Jtp)

 

Reporter: Aji
Editor: Admin Jateng
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler