Mau Masuk Kota Semarang? Kamu Wajib Isi Data di Aplikasi Sidatang  

Kamis, 29 April 2021 20:54 WIB

Share
Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat Rakor evaluasi pengamanan lebaran, pemudik dan perkembangan Covid Kota Semarang. Foto: Andik

POSKOTAJATENG, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang secara serius melakukan pengetatan mobilisasi masyarakat untuk menekan angka penyebaran Covid-19 jelang libur Lebaran. Salah satunya adalah dengan mewajibkan setiap pendatang untuk mengisi data melalui Aplikasi Sidatang, dan mengoptimalkan peran pengawasan dari Camat, Lurah hinggga RT dan RW.

 

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pola yang paling efektif untuk menekan peredaran covid-19 yaitu dengan bottom up. Mengoptimalkan camat dan lurah untuk mengintensifkan RT dan RW untuk aktif melakukan pendataan pendatang yang masuk selama bulan Ramadan sampai Lebaran,

 

"Nantinya Ketua RT dan RW mendata pendatang yang masuk ke wilayahnya masing-masing kemudian melaporkan ke lurah. Lurah kemudian menginput di sistem sidatang. Penginputan dilakukan setiap hari, pagi dan sore sehingga data yang tersaji selalu up to date," kata wali kota yang akrab disapa Hendi itu saat Rakor Evaluasi pengamanan lebaran, pemudik dan perkembangan Covid Kota Semarang, Kamis(29/4) di Situation room, Balaikota Semarang.

 

Tak hanya itu pihaknya juga akan mengoptimalkan pendataan pendatang yang masuk Kota Semarang di titik-titik masuk Kota Semarang, yaitu di 9 titik penjagaan. Ke sembilan titik tersebut adalah Pos Taman Unyil, Pos Mangkang, Pos Genuksari, Penggaron, Pos Darupono, Pintu Tol Banyumanik, Pintu Tol Kalikangkung, Cangkiran, Pos Sisemut. Selain itu juga dilakukan di pintu masuk seperti bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan. 

Pemkot juga secara tegas mendukung larangan mudik pemerintah pusat. Dengan membuat surat edaran yang isinya tegas melarang pegawai Pemerintah Kota Semarang, baik ASN ataupun Non ASN untuk mudik. Tidak main-main, Pemkot pun menyiapkan sanksi bagi pegawainya yang melanggar aturan tersebut. 

 

Bagi ASN yang ketahuan mudik, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dipotong seratus persen alias tidak mendapatkan TPP pada bulan berikutnya. Sementara bagi Non ASN akan diputus kontrak.

Halaman
1 2
Editor: Aji
Contributor: Andik Sismanto
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler