PT KAI Tetap Operasikan KA Jarak Jauh; Layani Perjalanan Mendesak dan Kepentingan Non Mudik

Selasa, 4 Mei 2021 14:26 WIB

Share
EVP Daop 4 Semarang, Wisnu Pramudyo. Foto: Ning

SEMARANG, POSKOTAJATENG.CO.ID– Mulai 6 hingga 17 Mei 2021, PT Kereta Api Indonesia mengoperasikan Kereta Api (KA) jarak jauh hanya untuk pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik.

Hal itu sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 dan Surat Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor HK.701/1/10/DJKA/2021 pada 30 April 2021.

EVP Daop 4 Semarang, Wisnu Pramudyo menjelaskan, KAI menjalankan KA jarak jauh pada periode tersebut bukan untuk melayani masyarakat yang ingin mudik Lebaran. “Kami mematuhi aturan dan kebijakan dari pemerintah bahwa mudik tetap dilarang,” kata Wisnu di Stasiun Semarang Tawang,  Selasa (4/5/2021), seperti dilansir suarabaru.id

Dijelaskan, masyarakat yang boleh menggunakan kereta api adalah pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik seperti perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, dan kepentingan non mudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat.

Surat Izin

“Untuk pegawai instansi pemerintahan seperti ASN, BUMN, BUMD, prajurit TNI, anggota Polri, syaratnya adalah wajib memiliki print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat setingkat Eselon II, serta identitas diri calon pelaku perjalanan,” terangnya.

Untuk pegawai swasta, sambung Wisnu, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari pimpinan perusahaan.

Sedangkan bagi pekerja sektor informal dan masyarakat umum nonpekerja, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari Kepala Desa atau Lurah setempat.

Menurutnya, surat izin perjalanan tertulis bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik berlaku secara individual, untuk 1 kali perjalanan pergi-pulang, serta bersifat wajib bagi pelaku perjalanan yang berusia 17 tahun ke atas.

Keperluan Mendesak

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler