Terminal Tirtonadi Solo Berlakukan Tes GeNose-19, Selama Pengetatan 

Selasa, 4 Mei 2021 14:48 WIB

Share
TERMINAL TIRTONADI: Kondisi Terminal Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, menjelang pengetatan perjalanan Lebaran 2021, Selasa (4/5/2021). Foto: suarabaru.id

SOLO, JATENGPOSKOTA.CO.ID -Terminal Tirtonadi di Surakarta, Jawa Tengah, bakal mengadakan tes GeNose C19 kepada seluruh pendatang atau penumpang yang datang melalui pintu masuk tersebut selama pengetatan perjalanan mudik Idul Fitri (Lebaran) 1422 Hijriah, dari tanggal 6-17 Mei 2021.

“Terutama penumpang yang datang, seluruhnya kami kenakan tes GeNose C19. Jika hasilnya reaktif maka akan langsung dikarantina,” kata Kepala Terminal Tirtonadi Surakarta Joko Sutriyanto di Solo, Selasa (4/5/2021), seperti yang dilansir suarabaru.id

Ia mengatakan, untuk saat ini tes GeNose C19 masih diterapkan secara acak sehingga tidak seluruh penumpang yang datang menjalani tes tersebut. Menurut dia, untuk saat ini kuota tes GeNose dalam satu hari sekitar 15-20 penumpang.

Sementara itu, berbeda dengan pintu masuk lain, seperti di Bandara Adi Soemarmo yang selama pengetatan akan mengurangi jam operasional dari sembilan jam menjadi delapan jam, untuk Terminal Tirtonadi justru akan memperketat pengawasan selama 24 jam.

Deteksi Penumpang

“Sekarang kami mengawasi orang untuk memastikan dia pembawa atau bukan. Pengetatan kami lebih ke protokol kesehatan, di antaranya cek suhu dan cuci tangan. Jangan sampai orang datang ke terminal tanpa deteksi,” katanya.

Sedangkan mengenai operasional bus, dikatakannya, selama pengetatan tersebut yaitu tanggal 6-17 Mei 2021, bus yang diizinkan beroperasi adalah yang berstiker khusus.

Ia mengatakan pemberian stiker khusus tersebut untuk memastikan bus tidak mengangkut pemudik melainkan perjalanan khusus, di antaranya urusan kedinasan dan orang sakit. “Itupun harus ada keterangan, misalnya PNS harus ada surat tugas dari pimpinan,” kata Joko Sutriyanto.

Terkait hal itu, Koordinator Bus Eka Mira Terminal Tirtonadi Surakarta Muhammad Hasan mengatakan, selama pengetatan tersebut pihak perusahaan otobus akan memulangkan kendaraan untuk digarasikan sementara waktu.

“Untuk memulangkan bus kita bertahap, sesuai dengan arahan perusahaan. Kalau memang jalan ya… jalan, kalau tidak ya… sudah,” katanya.

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler