Zona Merah dan Orange Dilarang Gelar Sholat Idul Fitri Berjamaah, Kemenag Masih Lakukan Pemetaan

Selasa, 4 Mei 2021 05:39 WIB

Share
PEMETAAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai rapat koordinasi pemetaan wilayah rawan penularan Covid-19. Foto: Ist

SEMARANG, POSKOTAJATENG.CO.ID- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Jateng, untuk melakukan pemetaan wilayah yang masuk kategori rawan penularan Covid-19.

Hal itu dilakukan berkaitan dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri berjamaah di wilayah Jateng, agar tidak menimbulkan klaster baru penyebaran covid-19. Jika ada daerah yang masuk kategori merah dan orange dilarang menggelar sholat Idul Fitri.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, nantinya wilayah yang masuk ketegori merah dan orage tetap dilarang menggelar sholat Idul Fitri secara berjamaah baik di masjid maupun di lapangan.

Akan tetapi lanjut Ganjar, untuk wilayah yang masuk zona hijau dan kuning, masih boleh menggelar sholat Idul Fitri berjamaah, namun tetap dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pemetaan Daerah

"Kami telah berkoodinasi dengan Kemenag Jawa Tengah untuk memetakan daerah-daerah yang diperbolehkan melakukan sholat Idul Fitri berjamaah dan yang dilarang di tempat-tempat ibadah," katanya, Senin (3/5/2021).

Untuk pemetaan, jelas dia, akan dilakukan bekerjasama dengan Kemenag, mulai dari tingkat yang paling kecil, yakni desa dan kelurahan. "Untuk yang masih zona merah dan oranye tidak boleh menyelenggarakan sholat Idul Fitri. Seperti tahun lalu solatnya di rumah, tidak perlu diperdebatkan," terangnya.

Bukan hanya sholat Idul Fitri, Ganjar juga menyampaikan terkait zakat dan solat terawih. Aktivitas ibadah di Bulan Ramadan tersebut juga harus mempertimbangkan protokol kesehatan.

Sementara, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Musta'in Ahmad mengaku, dalam beberapa hari ke depan pihaknya akan melakukan pemetaan mana saja wilayah di Jateng yang masuk zona hijau,kuning, merah ataupun orange.

Tingkat Desa

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler