Bagikan Sembako di Lapas Banjarnegara, Wagub Gus Yasin Mengendarai Sepeda Motor Honda CB

Kamis, 6 Mei 2021 21:35 WIB

Share
HONDA CB: Wagub Jateng Taj Yasin mengendarai Honda CB saat menuju LP Banjarnegara. Foto: Ist

BANJARNEGARA, JATENGPOSKOTA.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Tengah Sekaligus Panglima Santri Gayeng Nusantara H Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) bersama Komunitas Banjarnegara CB, ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa dengan melakukan bhakti sosial.

Selain menyerahkan bantuan untuk para janda dan anak yatim di kediaman KH Chamzah Hasan pengasuh ponpes Tanbihul Ghofilin, Gus Yasin juga berbagi kebahagian dan motivasi di Lembaga Pemasyarakatan Banjarnegara.

Mengenakan sarung bermotif batik warna cokelat, Gus Yasin yang didampingi para pengurus koordinator Kabupaten Banjarnegara mengendarai sepeda motor CB tipe 125 dari Ponpes Tanbihul Ghofilin di Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang menuju Lapas dan Alun-alun Banjarnegara. Motor CB rakitan tahun 1977 bernomor polisi AA 4520 AF itu, melaju dengan kecepatan rendah menuju sejumlah tempat tujuan bansos,

Tiba di Lapas Banjarnegara, Gus Yasin  sapaan akrab Taj Yasin menyambangi para warga binaan yang sedang beraktivitas di dalam maupun di luar ruang tahanan. Usai menyerahkan takjil dan sembako secara simbolis, Gus Yasin memberikan semangat dan berbincang ringan dengan sejumlah narapidana.

Santri Gayeng

"Sementara kita serahkan sembako secara simbolis perwakilan keluarga yang di Lapas dan yang lainya kita distribusikan sembako kepada keluarganya yang di rumah lewat jasa Grab/ojek online," ungkap KH. Hakim Annaisaburi selaku koordinator Santri Gayeng Nusantara Kabupaten Banjarnegara.

Gus Yasin mengatakan, kegiatan bakti sosial di lapas tersebut merupakan wujud berbagi kebahagiaan dan rezeki dengan sesama. Selain itu juga memberikan semangat dan mengingatkan, bahwa mereka masuk ke rutan karena Allah masih sayang, diperingatkan, dan diselamatkan Allah.

Di hadapan para narapidana, Gus Yasin menceritakan kisah Fudhail bin Iyadh. Sebelum menjadi ulama ahli hadist, Fudhail merupakan ketua perampok dan akrab dengan dunia kajahatan selama 40 tahun. Artinya, ada kesempatan untuk bisa berubah ketika keluar dari lapas, kemudian melanjutkan belajar di ponpes atau lembaga pendidikan lainnya.

"Tadi saya sampaikan jangan putus asa. Keluar dari rutan harus berubah siapa tahu mereka akan seperti Fudhail bin Iyadh. Selama 40 tahun menjadi ketua perampok, kemudian bertaubat hingga akhirnya menjadi ulama hadist," ucapnya.

Rajin Mengaji

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler