Chacha Miris Melihat Lingkungan Kampung Nelayan Kotor, Ajak Warga Bergotong Royong

Jumat, 7 Mei 2021 15:57 WIB

Share
Ketua TP PKK Kabupaten Kendal Wynne Frederica Dico Ganinduto saat meninjau kampung nelayan di Kelurahan Bandengan. Foto: Haifanny

KENDAL, POSKOTAJATENG.CO.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal yang juga istri Bupati Kendal, Wynne Frederica Dico Ganinduto bersama BKKBN Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kendal, mengunjungi Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Kamis (6/5/2021). Di kampung nelayan itu, istri bupati yang akrab disapa Chacha itu miris melihat lingkungan yang kotor, dan meminta warga bergotong royong membersihkan.


Kunjungan Chacha dan rombongan tersebut dalam rangka meninjau kondisi anak stunting dan anak berisiko stunting yang ada di Kelurahan Bandengan.
Dalam kesempatan memasuki gang-gang di Bandengan bagian utara atau kampung nelayan. Chacha mengaku miris, melihat kondisi yang kotor dan banyak digenangi bekas banjir rob.

"Sedih dan miris banget melihat kondisi kampung yang kotor ini. Apa warga tidak punya kesadaran yang tinggi soal kebersihan ya? Ini kan sumber penyakit. Please dech, ayo warga Bandengan kita peduli akan kebersihan lingkungan. Kalau bukan kita siapa lagi. Mosok soal kebersihan saja harus nunggu bantuan pemerintah," ujar Chacha menggebu-gebu.



Siap Koordinasi


Menanggapi sentilan dari istri bupati, Lurah Bandengan Sutarjo mengaku pihaknya sudah sering koordinasi dengan ketua wilayah baik RT maupun RW, dalam memberikan sosialisasi kepada warga kampung nelayan ini. 
"Sosialisasi itu kami utamakan. Karena daerah ini daerah langganan banjir bu. Baik banjir air dan juga kiriman sampah dari Kendal bagian selatan, juga banjir rob. Sehingga sampahnya menumpuk disini," ungkap Sutarjo.
Mendengar jawaban tersebut, Chacha pun langsung menegaskan kepada pihak Kelurahan, agar aktif mengajak warganya untuk membersihkan lingkungannya masing-masing. Bukan hanya sosialisasi saja.



"Jadi bukan hanya sosialisasi saja, tapi juga harus dikerjain dan turun langsung. Yuk pak warga dajak dan dirangkul untuk bergotong royong setiap seminggu sekali atau dua minggu sekali. Sehingga lingkungan bisa bersih dan tidak tidak meninbulkan penyakit," tandas Chacha kepada Lurah Bandengan.
Seperti diketahui, kampung nelayan atau tepatnya di Kelurahan Bandengan bagian pesisir, memang selalu menjadi langganan banjir rob.


"Banjir akan mulai datang setiap siang mulai pukul 14.00 WIB sudah mulai datang dan akan berkurang nanti malam. Tergantung ada hujan apa tidak," kata Saidah warga setempat. (Haif)

Editor: Aji
Contributor: Haifanny
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler