Pemerintah Kota Semarang Larang Warganya Mudik Lokal, Takbir Keliling juga Tidak Diizinkan

Sabtu, 8 Mei 2021 08:56 WIB

Share
Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Foto: Dok

SEMARANG, POSKOTAJATENG.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tetap melarang warganya untuk melakukan perjalanan mudik keluar Kota Semarang, di tengah Pandemi Covid-10 ini.  Meski hanya ke kota tetangga yang masuk wilayah aglomerasi.

Diketahui, wilayah yang masuk aglomerasi Semarang Raya adalah, Demak, Purwodadi, Kendal, dan Ungaran. Jika ada warga kota Semarang yang akan melakukan perjalanan di tengah Pandemi Covid-19 ini ke tiga kabupaten tersebut Pemkot akan melarang.

Selain itu, Pemkot Semarang juga melarang adanya aktivitas takbir keliling di saat Pandemi Covid-19. Takbiran hanya boleh dilakukan di masjid atau musala saja. Hal itu dilakukan untuk menghindari muculnya potensi kerumunan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Jumat (7/5/2021) menegaskan, Pemkot Semarang tidak mengenal istilah mudik lokal di saat Pandemi Covid-19, atau sama artinya dengan melarang semua aktivitas mudik di wilayah Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

Sudah Final

Hendi pun tetap kekeuh, bahwa aturan tersebut sudah final baginya, untuk dapat mencegah potensi penularan Covid-19 yang mungkin dapat dibawa oleh pemudik.

"Selama rentang waktu larangan mudik yang ditentukan, dia tetap harus di Semarang. Karena kalau Pemerintah Pusat tanpa pengecualian, Pemerintan Provinsi juga tanpa pengecualian, lalu kalau kita ada pengecualian kan nggak elok," tutur Hendi.

Bahkan, Wali Kota menegaskan, para pekerja boro yang setiap hari pulang pergi ke Semarang untuk sementara waktu tetap tinggal di Semarang selama periode mudik lebaran atau sebaliknya.

Aturan itu juga berlaku untuk para ASN Kota Semarang yang tinggal di luar Semarang untuk sementara waktu, tetap tinggal di Semarang dan tidak kembali ke rumahnya.

"Baik ASN maupun Non ASN tetap dilarang keluar dari area Kota Semarang, bahkan bagi pegawai yang setiap hari tinggal di luar kota Hendi meminta untuk tinggal sementara di Kota Semarang selama periode mudik," tandasnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler