112 Perusahaan di Provinsi Jawa Tengah Bayar THR Dicicil, Alasan Pandemi Covid-19

Selasa, 11 Mei 2021 22:15 WIB

Share
PEMANTAUAN: Kepala Disnakertrans Jawa Tengah Sakina Roselasari, melakukan pemantauan pembayaran THR bersama Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid di perusahaan AR Packaging, Kabupaten Semarang, Selasa (11/5/2021). Foto: Ist

SEMARANG, POSKOTAJATENG.CO.ID - Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi yang ditunggu-tunggu oleh para pekerja. Namun dengan kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19, tidak semua perusahaan mampu membayar THR, secara penuh kepada karyawannya.

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng,  ada sekitar 112 perusahaan yang membayar THR secara mencicil atau tidak penuh. Disnakertrans akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan. Termasuk juga akan menindaklanjuti sebanyak 99 aduan yang masuk

Dia menjelaskan, meski ada perusahaan yang tidak mampu membayar THR secara penuh namun, sebagain besar perusahaan di Jateng membayar THR secara penuh tanpa dicicil. Alasan THR dicicil karena kondisi Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Sehingga perusahaan terdampak keadaan Covid-19.

"Sebanyak 1.159 perusahaan di Jawa Tengah tercatat telah membayar THR secara penuh pada Lebaran tahun ini. Jumlah itu tercatat Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jawa Tengah," kata Kepala Disnakertrans Jawa Tengah Sakina Roselasari, di sela pemantauan pembayaran THR bersama Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid di perusahaan AR Packaging, Kabupaten Semarang, Selasa (11/5/2021).

Hak Karyawan

Dia mengatakan, seluruh  pengawas ketenagakerjaan yang ada di enam satuan kerja diturunkan untuk memantau pembayaran THR. "Harapannya,  perusahaan tetap melakukan pembayaran THR bagi karyawan. Mengingat itu adalah hak karyawan dari pengusaha. Yang mana, pengusaha mengetahui itu," ujarnya.

Ia melanjutkan, Disnakertrans Jateng juga menyadari bahwa terjadi ketidaklancaran aliran uang (cashflow) sejumlah perusahaan akibat dampak pandemi Covid-19. Tapi apapun itu, THR adalah hak pekerja dan kewajiban perusahaan untuk membayarnya.

Sementara itu dalam pantuan tersebut, tim melakukan pemantauan pemberian THR ke tiga perusahaan di Kabupaten Semarang yaitu PT Cimory, PT Liebra Permana Semarang, dan AR Packaging Indonesia. Hasilnya, hanya PT Liebra yang kedapatan membayar THR secara mencicil.

Human Capital General Affair Manager PT Liebra Pramana Semarang, Ralin Purnama, menuturkan, pihaknya siap membayar THR secara penuh kepada 1.561 karyawan. "Namun karena cashflow perusahaan yang masih terdampak Covid-19, maka pemberian THR dibagi menjadi dua bagian," katanya.

Mentaati Peraturan

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler