Hilal Tidak Terlihat Pemerintah Tetapkan 1 Syawal Hari Kamis 13 Mei, Ini Alasannya

Selasa, 11 Mei 2021 22:27 WIB

Share
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

SEMARANG, POSKOTAJATENG.CO.ID- Sidang Isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI memutuskan hari raya Idul Fitri atau 1 Syawal jatuh pada Kamis 13 Mei 2021.

Penetapan 1 Syawal itu setelah dilakukan Rukyah di 88 titik di seluruh Indonesia. Dari hasil Rukyah, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal.

Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia di bawah ufuk, yaitu berkisar dari minus 5,6 sampai dengan minus 4,4 derajat.

Dengan posisi demikian, maka secara astronomis atau hisab, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag.

Keputusan Bulat

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, sidang Isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021.

Sebagaimana diberikatan Poskota.co.id, Selasa (11/5/2021), Menteri Agama Gus Yaqut menyatakan, pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag pada 88 titik di Indonesia.

"Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal bekerja di bawah sumpah, mulai dari provinsi Aceh hingga Papua. Di 88 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal," ujar Menag yang didampingi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, Wakil Ketua Komisi VIII DPR TB Ace Hasan Syadzili, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Dirjen Kemenag Bimas Islam Kamaruddin Amin.

Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H ini digelar secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan.

Secara Fisik

Halaman
1 2
Editor: Ade
Contributor: Andik Sismanto
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler