Pintu Penyekatan Jabodetabek Jebol, Gubernur Ganjar Pranowo Minta Perbatasan Jateng Diperketat

Selasa, 11 Mei 2021 15:55 WIB

Share
PENGECEKAN: Ganjar mengecek Pospam Penyekatan Taman Unyil, Kabupaten Semarang, Selasa (11/5/2021). Dari pemantauan, tidak ada peningkatan arus kendaraan, dan lalu lintas didominasi kendaraan dalam kota. Foto: dok/ist

SALATIGA, JATENGPOSKOTA.CO.ID- Menanggulangi jebolnya sejumlah pintu penyekatan pemudik lebaran di Jabodetabek, semua pihak diminta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk siaga. Tidak menutup kemungkinan, ada banyak pemudik yang berhasil lolos itu masuk ke Jateng.

Saat mengecek posko penyekatan pemudik di Kabupaten Semarang dan Salatiga, Selasa (11/5/2021), Ganjar meminta, pintu-pintu penyekatan di perbatasan Jateng maupun di Kabupaten/Kota harus lebih ketat. Sehingga, para pemudik yang bisa masuk ke Jateng bisa diantisipasi.

”Sudah kami perhitungkan, itu pasti suatu saat akan jebol. Pasti ada yang mbeling, nekat menerobos dan ternyata terjadi. Kasus di Jabodetabek itu polanya agak terasa, mereka menunggu pemudik lain, rombongan dan setelah terkumpul banyak mereka menerobos barikade. Kalau sudah seperti itu, pasti tidak mudah menangani dan akhirnya jebol,” katanya.

Untuk itu, Ganjar meminta pengecekan di pintu-pintu perbatasan diketatkan. Pihaknya menegaskan, memiliki sistem berlapis untuk menangani permasalahan ini.

Penyekatan Perbatasan

”Kalau itu masuk Jateng, kita tidak hanya memiliki 14 titik penyekatan perbatasan antarprovinsi, tapi ada juga 17 titik antar Kabupaten/Kota. Saya harap diketatkan, sehingga harapannya bisa menyaring mereka,” imbuhnya.

Kalau pintu penyekatan di jalan masih lolos, maka antisipasi selanjutnya adalah Jogo Tonggo. Program ini diharapkan bisa berjalan di lapangan, dan memastikan para pemudik sehat dan aman.

”Pengalaman di Banyumas, mereka dilaporkan dan dikarantina. Maka saya minta pada semua masyarakat Jateng yang berhasil menerobos untuk melapor. Bukan apa-apa, kami tidak sedang mengejar penjahat, tapi ini demi memastikan semua sehat,” tegasnya.

Saat ini, data yang ada menyebutkan, 4.000 lebih pemudik di Indonesia yang positif Covid-19. Di Jateng, data hingga Minggu (9/5/2021) ada 28 pemudik yang kedapatan positif Covid-19.

Tidak Mudik

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler