Walikota Semarang Pilih Berlebaran Bareng Pasien Covid-19 Sambil Bagikan Opor

Kamis, 13 Mei 2021 18:46 WIB

Share
Walikota Semarang Hendrar Prihadi membagikan opor dan menu spesial Lebaran pada penderita Covid-19 yang sedang menjalani karantina. Foto Ist

SEMARANG, POSKOTAJATENG.CO.ID - Walikota Semarang Hendrar Prihadi menjalani Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dengan cara berbeda. Pada saat masyarakat pada umumnya memilih menghabiskan waktu bersama keluarga, walikota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut justru lebih memilih berlebaran bersama sejumlah pasien COVID-19 di Kota Semarang. Dirinya pun membawa opor dan menu spesial hari Lebaran lainnya untuk dinikmati oleh warganya yang berada di tempat karantina yang berada di kompleks rumah dinasnya.


Dia juga menyambangi para petugas medis yang selama ini merawat dan memonitor perkembangan pasien.


Ditemani oleh isterinya Krisseptiana Hendrar Prihadi, Hendi tersebut tampak santai berdialog dengan sejumlah pasien Covid - 19 dengan menggunakan masker serta sarung tangan. Dia berharap kehadirannya dapat sedikit mengobati rasa sepi sejumlah warga Kota Semarang yang harus menjalani Lebaran di tempat karantina.

 

Hendi lantas juga berdoa agar seluruh pasien dapat segera sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19, sehingga bisa segera berkumpul bersama keluarga kembali.
"Ya Lebaran di tahun ini meskipun masih dalam suasana pandemi, tapi kita harus bersyukur karena semakin hari semakin baik. Masjid - masjid sudah bisa mengadakan shalat tarawih, sudah bisa mengadakan salat Idul Fitri," kata Hendi. 


"Dan Alhamdulillah hari ini kami bisa berlebaran bersama sedulur - sedulur yang sedang dikarantina di rumah dinas Wali Kota ini. Semoga ke depan suasananya bisa semakin baik terus, dan kita segera lepas dari pandemi Covid-19." harapnya.


Bisa Bijak


Di sisi lain, Hendi juga meminta untuk masyarakat bisa bijak bersikap berkegiatan di Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Pasalnya, sambung dia, meski pada saat ini angka Covid-19 mulai turun, tapi penderita di wilayah Semarang justru didominasi oleh klaster keluarga. Maka dirinya mengimbau dalam kegiatan silaturahmi keluarga juga harus tertib menjalankan protokol kesehatan.

 

"Sebagai sebuah informasi, Covid-19 di Kota Semarang meskipun sudah mulai landai, tapi ada sebuah perubahan klaster. Hari ini yang mendominasi justru klaster keluarga. Jadi ibu terkena lalu menulari suami dan anaknya, atau anak terkena kemudian menulari ibu dan ayahnya, itu yang saat ini terjadi. Maka harapan kami ada peningkatan kedisiplinan di lingkup keluarga. Silahkan beraktifitas, tapi tetap tidak meninggalkan protokol kesehatan," tekannya. (Aji)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler