Kapolda Jawa Tengah Tegaskan Ledakan Petasan di Kebumen Akibat Meracik Slongsongan Sambil Merokok

Jumat, 14 Mei 2021 16:25 WIB

Share
KONFERENSI PERS: Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi didampingi Bupati Arif Sugiyanto, Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih dan Kapolres AKBP Piter Yanottama menjawab pertanyaan wartawan.(Foto;SB/Komper Wardopo)

KEBUMEN, JATENGPOSKOTA.CO.ID- Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memastikan sumber ledakan petasan maut di Kebumen, karena korban meracik petasan sambal merokok. Ledakan petasan maut itu sendiri menewaskan 4 orang.

Kapolda Jateng menegaskan hal itu pada konferensi pers di Mapolres Kebumen, Jumat (14/5/2021) pagi. Sebelumnya, Kapolda juga meninjau tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen. Selain itu juga dan menjenguk korban ledakan petasan yang menjalani perawatan di rumah sakit umum Prembun.

Sebelumnya diberitakan jatengposkota.co.id Kamis (13/5/2021), ledakan petasan di Kebumen itu terjadi Rabu (12/5/2021) sekitar pukul 17.00 WIB. Kala itu ada tujuh orang yang tengah meracik petasan di rumah milik Untung. Empat orang tewas dalam ledakan tersebut.

“Saya langsung dari Mapolda ke lokasi kejadian dan menjengkuk para korban yang menjalani perawatan. Dua korban meninggal di lokasi dan dua lainnya meninggal di rumah sakit. Semua akibat ledakan mercon,”ujar Kapolda, seperti dilansir suarabaru.co.id

Bahan Peledak

Pihaknya mengingatkan, dengan peristiwa ledakan di Kebumen itu jangan ada yang main-main dengan bahan peledak alias mercon. Karena sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Bahkan dia menegaskan, jangan ada lagi masyarakat di Jateng yang menyulut atau bahkan membuat petasan.

 “Kita akan mengenakan UU Darurat  Nomor 12/1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun pernjara,”tegas Kapolda.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama dan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto serta Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih mendampingi Kapolda di lapangan tennis indoor Polres Kebumen.

Menurut Kapolda, pihaknya saat ini telah memeriksa 16 orang saksi terkait  ledakan petasan di Desa Ngabean Mirit yang merenggut empat nyawa itu. Polisi kini masih terus memeriksa dan mendalami kasus ini. Polisi juga menelisik dari mana para korban mendapatkan bahan pembuatan mercon tersebut.

Kegiatan Kepolisian

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler