Polisi Belum Tetapkan Tersangka Tragedi Waduk Kedung Ombo, Fokus pada Pencarian Korban

Minggu, 16 Mei 2021 14:56 WIB

Share
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyampaikan perkembangan terakhir tragedi terbaliknya perahu wisata di Kedung Ombo. Foto Ist

SEMARANG, POSKOTAJATENG.CO.ID - Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam tragedi perahu terbalik di Waduk Kedung Ombo, Kabupaten Boyolali. Polisi bersama Basarnas dan TNI fokus pada pencarian korban pada musibah tersebut.


Hal ini dijelaskan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi, usai meninjau Pos Pengamanan di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Minggu (16/5/2021).
"Kita belum tetapkan tersangka, namun penyidikan dan peyelidikan terus dilakukan. Saat ini kita fokus pada pencarian korban yang tenggelam," katanya.
Diakui Kapolda, saat terjadinya musibah yang menyebabkan 20 orang tercebur ke dalam air, Saat itu dirinya sedang berada di wilayah yang sama dalam melakukan kunjungan di Pospam.


Mendengar kejadian itu, lanjut Kapolda Jateng, bersama Pejabat Utama Polda Jateng, langsung meninjau lokasi TKP dan memerintahkan personel untuk membantu pencarian korban.



"Dalam kejadian itu, saya yang ada di TKP pertama kali, sedangkan dari 20 orang yang tercebur itu, 9 orang tidak di temukan. Sehingga dilakukan pencarian secara intensif oleh petugas dan masyarakat sekitar. Ironisnya, dalam kejadian itu, korban terbanyak adalah anak anak," katanya.


Kapolda juga menjelaskan, dari kesembilan orang yang hilang itu, kemarin sore petugas gabungan berhasil menemukan enam orang korban sudah dalam keadaan meninggal.


"Kemudian Minggu tadi pagi, petugas gabungan berhasil menemukan satu orang korban dari dalam air, sehingga korban yang berhasil ditemukan berjumlah tujuh orang dan masih ada dua korban lain yang belum ditemukan," terang Luthfi.

Dua Korban


Di lokasi kejadian, kata Luthfi, saat ini sudah ada Basarnas, BNBP, Satpolair dan Kodam, masih melakukan pencarian terhadap 2 orang korban lainnya di waduk Kedung Ombo.


Kata Luthfi lagi, pencarian korban ini kita menggunakan Underwater Drone yaitu drone dalam air. Drone  ini untuk mendeteksi korban yang belum ditemukan.


"Setelah kita lakukan pengecekan TKP, bahwa benar ditempat wisata tersebut tidak mematuhi protokol kesehatan. Disamping itu, di wilayah perairan wisata tidak diterapkan alat keselamatan penumpang," jelasnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler