Semua Korban Tragedi Perahu Terbalik di Kedung Ombo Sudah Ditemukan, Mayoritas Jenazah Anak-anak

Senin, 17 Mei 2021 10:59 WIB

Share
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna. Foto: Ist

SEMARANG, POSKOTAJATENG.CO.ID –  Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua jenazah lagi, korban yang tenggelam dalam tragedi perahu terbalik di Wisata Kedung Ombo, Kecamatan Kemusuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kedua korban ditemukan Minggu (15/5/21) malam. Dengan demikian, semua korban yang tenggelam atau berjumlah sembilan orang, sudah ditemukan semua dan mayoritas adalah anak-anak.


Hal ini disampaikan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, di Mapolda Jateng, Semarang,  Senin (17/5/21) pagi.


Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar, menyampaikan, kedua korban ditemukan oleh petugas gabungan yang berada di lokasi kejadian, berbeda waktu. Satu korban di temukan pada pukul 21.00 WIB, sedangkan korban satunya pada Senin pukul 05.20 WIB.



“Kedua korban meninggal masih anak anak yang ikut dalam perahu tersebut. Kedua korban ditemukan di dalam air Waduk Kedung Ombo dan dalam keadaan meninggal,” terang Iskandar.
Dijelaskan Iskandar, Kedua Korban yang telah di temukan tersebut, bernama Jalal, berusia 1,6 tahun dan Niken Savitri, yang berusia 8 tahun. Sehingga total jumlah korban tenggelam di waduk Kedung Ombo ini sudah berjumlah sembilan orang.


“Alhamdullilah tadi malam sudah kita temukan lagi satu korban bernama Jalal, pada pukul 21.00 Wib, Sedangkan satu korban lainnya bernama Niken Savitri di temukan pada pagi tadi pukul 05.20 Wib, kedua korban sudah kita serahkan kepada pihak keularga mereka,” ungkapnya.

Jaga Prokes


Agar kejadian di waduk Kedung Ombo tidak terulang lagi, dia juga mengimbau kepada masyarakat, yang pertama adalah protokol kesehatan ini sangat diperlukan di lokasi wisata. Karena di lokasi Kedung Ombo kemarin tampak terlihat pengunjung yang melebihi kapasitas dan tidak menggunakan masker.



Kedua, lanjut Kabidhumas, jika lokasi wisata sudah penuh, Polda Jateng berharap untuk tidak melakukan wisata di tempat tersebut, untuk menghindari terjadinya penyebaran virus Covid - 19. Kemudian terkait dengan wisata air, hal ini perlu dilihat oleh pengunjung adalah kapasitas di lokasi wisata air itu sendiri.


“Jika kapasitas perahu hanya untuk 10 orang jangan sampai ditambah lagi penumpang, kedua perhatikan jika itu perahu atapun kapal tidak memiliki pelampung untuk penumpang, lebih baik tidak usah untuk menaiki perahu tersebut. Ini yang kita himbau kepada warga masyarakat,” pungkasnya. (Aji)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler