Gawat, Klaster Covid-19 Lembaga Pemasyarakatan di Kendal Meningkat

Jumat, 28 Mei 2021 19:53 WIB

Share
Jumlah warga binaan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendal bertambah. Foto: Haifanny

KENDAL, POSKOTAJATENG.CO.ID  - Kekhawatiran akan munculnya klaster lembaga pemasyarakatan (Lapas) terbukti, dengan meningkatnya jumlah warga binaan dan pegawai yang positif terkonfirmasi Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendal, Jawa Tengah, bertambah menjadi 230 orang. 


Sedangkan, di Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, yang semula ada 9 orang, sekarang bertambah menjadi 13 orang. Hal ini berdasarkan hasil swab PCR yang dilakukan petugas pada Selasa (25/5/2021).

Data dari Lapas Kendal pada saat Lebaran Idul Fitri tanggal 13 Mei 2021 tercatat jumlah warga binaan penghuni Lapas Kelas IIA Kendal sebanyak 230 orang. 
Sementara data dari Dinas Kesehatan Kendal pada pemeriksaan awal setelah Lebaran terdapat 3 pegawai Lapas yang positif Covid-19. 



Sedangkan jumlah warga binaan di Lapas Terbuka Kendal sebanyak 18 orang dan jumlah pegawai sekitar 60 orang.


Memisahkan Tahanan
Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, untuk mencegah adanya penyebaran, langkah yang dilakukan adalah memisahkan tahanan yang positif Covid-19  dengan tahanan yang negatif di sel yang berbeda. 
Dirinya menegaskan, Dinkes Kendal juga terus memantau kondisi kesehatan warga binaan setiap hari. 


“Setiap hari ada petugas yang memantau, kemudian melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala dan memberikan obat-obatan serta vitamin. Bila ada yang kondisinya perlu perawatan serius, maka segera dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19,” katanya, Jumat (28/05/2021).

 

Ferinando menambahkan, peningkatan kasus Covid-19 yang cukup tinggi di Kabupaten Kendal terjadi selama bulan Mei 2021. 

 

"Pada periode sebelum Lebaran, mulai tanggal 1 sampai 12 Mei 2021 jumlah penambahan kasus positif sebanyak 103 orang. Sedangkan periode setelah Lebaran, mulai tanggal 13 sampai 24 Mei 2021 ada penambahan kasus sejumlah 301 orang," paparnya.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Jateng
Editor: Aji
Contributor: Haifanny
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler