Tanah Warisan Diserobot, Mbah Harni Tinggal di Gubuk Reyot, Katanya: Saya Ini Orang Bodoh..

Selasa, 1 Juni 2021 11:06 WIB

Share
Pengacara Herry Darman, saat mendatangi Mbah Harni di Tawang Tengah, Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari, Minggu (30/5/2021). Foto: Haifanny

KENDAL, POSKOTAJATENG.CO.ID - Bikin terenyuh nasib yang dialami oleh Mbah Harni (75), warga Tawang Tengah, RT 3/ RW 6, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupatan Kendal, Jawa Tengah. Kisah hidupnya bagaikan cerita sebuah sinetron. Setelah tanah warisannya diserobot orang, Mbah Harni tinggal di gubuk reyot.


Mbah Harni hidup sebatangkara di usia senja, dan harus rela tinggal di rumah yang tidak layak huni, di atas pekarangan milik tetangganya pula.  Saat ditemui, Harni menceritakan, tanah peninggalan orang tuanya yang berada di Tawang Tengah sebenarnya cukup luas.


Namun dirinya mengaku, jika tanah tersebut belum pernah ditempati, sejak diberikan oleh orang tuanya pada tahun 1985. Menurut Harni, saat itu atas kebaikan dari orang tuanya tanah tersebut dipinjamkan kepada pamannya.



"Seingat saya saat itu Amin, paman saya, meminta Ibu saya yang bernama Mistiah meminjam tanah untuk dibangun rumah dan ditempati karena tidak mampu. Dan orangtua saya mempersilakan," ujarnya, Minggu (30/5/2021).


Harni pun bercerita, jika orang tuanya mempunyai tanah yang cukup luas dan sudah dibagikan ke tiga anaknya. Bagian Mbah Harni adalah tanah yang ditempati pamannya tersebut. 
Saat akan diminta karena kedua saudara Mbah Harni sudah menempati bagian warisan masing-masing dari orang tuanya, namun ditolak.



"Karena paman saya tersebut sudah meninggal, kemudian istri dan anaknya menganggap bahwa tanah yang mereka tempati adalah milik mereka," ungkapnya.

Mengalah


Karena saat meminta selalu ada perdebatan, Mbah Harni akhirnya mengalah dan memilih tinggal di rumah tidak kayak huni yang hingga kini ditempatinya.  Menurut Harni, saat ini rumah dan tanah peninggalan orangtuanya tersebut ditempati Muhammad Yatin dan keluarganya.


Mbah Harni pun mengaku akan terus berjuang, untuk mendapatkan tanahnya kembali, meski selalu kandas. Padahal bukti kepemilikan berupa sertifikat dipegang oleh Mbah Harni.
"Saya ini orang bodoh dan tidak mampu. Saat ini pun saya numpang di tanah pekarangan orang. Saya ingin mengambil kembali, tanah yang diberikan orangtua, tapi selalu gagal. Bahkan saya diancam saat ke sana,' ungkap Harni.



Kegagalan demi kegagalan tersebut,  membuat Mbah Harni meminta bantuan pengacara Herry Darman dari Low Office Herry Darman and Partner.  Bak gayung bersambut, pengacara Herry Darman bersedia membantu Mbah Harni yang kondisinya juga tidak mampu dari sisi ekonomi. 
Ia pun langsung mendatangi rumah tinggal Mbah Harni dan meminta keterangan serta bukti kepemilikan tanah yang saat ini ditempati orang lain tersebut. Herry Darman pun berjanji, akan membantu Mbah Harni untuk mendapatkan haknya kembali. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler