Pembangunan Jalan Tol Jogja-Magelang Bisa Berdampak Kelesuan Perdagangan di Kota Magelang

Rabu, 2 Juni 2021 16:10 WIB

Share
PERESMIAAN: Walikota Magelang, meresmikan Gapura Bhinneka Tunggal Ika. Foto: Harsono

MAGELANG, POSKOTAJATENG.CO.ID- Jalan Pemuda Kota Magelang atau dikenal dengan Pecinan pernah menjadi pusat perekomian dan perdagangan se eks-Karesidenan Kedu pada era 1970-1980an. Seiring perkembangan zaman kawasan ini semakin meredup.

Para pengusaha di Pecinan pun berharap kawasan tersebut berjaya kembali menjadi pusat perbelanjaan unggulan di Kota Magelang. Mereka swadaya mendirikan Gapura Bhinneka Tunggal Ika sebagai upaya untuk membangkitkan lagi geliat ekonomi di Pecinan.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang, Slamet Santoso menjelaskan, ide pembangunan gapura ini tercetus oleh beberapa tokoh pengusaha seperti David Herman Jaya, Paul Candra Wesi Aji, dan lainnya.

“Ide ini muncul 4 tahun lalu ketika ada isu akan dibangun jalan tol Jogjakarta-Borobudur-Magelang. Khawatirnya dengan pembangunan tol ini akan meredupkan Jalan Pemuda,” kata Slamet, di sela peresmian Gapura Bhinneka Tunggal Ika, di kompleks Pecinan, Selasa (1/6/2021) malam.

Jalan Tol

Pembangunan jalan tol, lanjutnya, ditakutkan berdampak pada kelesuan perdagangan di Kota Magelang. Saat ini saja, Pecinan sudah sepi akibat dampak dari pandemi Covid-19.

"Jalan Pemuda pernah jadi Ibukotanya Karesidenan Kedu. Contoh saja, ada Toko Victoria merupakan supermarket terbesar. Orang-orang se-Kedu kalau mau malam mingguan ya di Toko Victoria,” jelasnya.

Ada juga, kata dia, Toko Nasional, Toko Sehat (apotek), Toko Trio (batik), toko buku, bahkan orang yang mau nonton pun tersedia bioskop. Termasuk usaha foto yang melegenda saat itu yakni Foto Kawan.

Namun demikian, popularitas Pecinan pun terus meredup sejak era 1990-an hingga saat ini. Bahkan, jam operasional pertokoan hanya sampai pukul 20.00 WIB, sehingga membuat kawasan tersebut sepi ketika malam hari.

Ikon Pecinan

Halaman
1 2
Editor: Ade
Contributor: Yohanes Bagyo Harsono
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler