Kasus Covid-19 di Kudus Meningkat, Polda Jateng Turunkan 8 Mobil Water Canon Penyemprot Disinfektan

Jumat, 4 Juni 2021 14:01 WIB

Share
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memimpin Apel Besar Penanganann Covid-19 di Kudus, Jumat (4/5/2021). Fotop: Ist

KUDUS, POSKOTAJATENG.CO.ID – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Rudianto TNI memimpin Apel Besar dalam penangan Covid - 19 di Alun alun Simpang 7 Kudus, Jumat (4/5/2021). Dalam apel ini, hadir pejabat utama Polda dan Asops Kodam, Asintel Kodam serta Danrem 073 Makotarama Salatiga.


Menurut Kapolda, pihaknya  bersama dengan Kodam IV / Diponegoro telah menyiapkan delapan Water Canon untuk menyemprot disinfektan secara massal di semua tempat yang ada di Kudus, mengingat di kabupaten ini meningkat dalam jumlah kasus Covid-19.


“Water canon ini akan berjalan tiga hari sekali di Kabupaten Kudus untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Dengan cara pola berjalan sesuai dengan arah, pertama untuk menyehatkan situasi, kedua memberikan wawasan kepada masyarakat, ketiga PPKM Mikro harus lebih maksimal dalam penangan Covid di Kudus ini,” terang Luthfi.



Menurut Ahmad Luthfi,  apel ini bertujuan untuk menyosialisasikan, mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Perlu diketahui dari data corona.jatengprov.go.id Kabupaten kudus menempati posisi pertama dalam kasus aktif Covid-19 per tanggal 3 Juni 2021 di Jawa Tengah dengan jumlah 1.398 kasus. 

Sedangkan total konfirmasi di kabupaten Kudus kudus, Kata Kapolda Jateng, berjumlah 7.975 orang, sembuh 5.918 orang, dan meninggal dunia 659 orang. Ini berbanding terbalik dengan ketersediaan tempat tidur di 7 rumah sakit yang ada di wilayah Kudus, yaitu semakin menipis dari 393 tempat tidur isolasi covid, sudah terisi 359 tempat tidur (91%) dan ruang ICU dari jumlah 41 tempat tidur, sudah terisi 38 tempat tidur (92%).

Tanggung jawab Bersama


Lanjut Kapolda Jateng, hal ini membuat Kabupaten Kudus dalam kondisi yang kurang baik, jika terjadi penambahan kasus aktif di wilayah Kudus dan sekitarnya, karena rawan terjadinya kekurangan tempat tidur di rumah sakit.



“Masalah Covid-19 merupakan tanggung jawab kita bersama bukan hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah, TNI ataupun Polri saja, tetapi hal ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk memutus mata rantai Covid-19. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, oleh karena itu kita semua harus bergerak bersama,'' tandasnya.


Dia mengingatkan, saat ini pemerintah, TNI dan Polri membutuhkan peran serta dari masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 ini, minimal kita saling mengingatkan untuk disiplin terhadap protokol kesehatan yaitu 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan) dengan kita mematuhi 3 M tersebut. kita sudah turut mendukung upaya pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19. (Aji)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler