Kementerian Sosial Bantu 490 Roda Elektrik dan Biasa untuk Penyandang Disabilitas, Ini Alasannya

Minggu, 6 Juni 2021 06:24 WIB

Share
BANTUAN: Mensos RI Tri Rismaharini saat acara penyerahan bantuan di Magelang. Foto: Harsono

MAGELANG, POSKOTAJATENG.CO.ID- Kementerian Sosial (Kemensos) RI akan memberikan layanan multifungsi terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di 41 balai di seluruh Indonesia. Dengan 41 balai multifungsi di seluruh Indonesia itu, menjadikan PPKS tidak perlu jauh mendapatkan layanan.

Hal ini disampaikan Menteri Sosial Tri Rismaharini saat meresmikan Sentra Kreasi Atensi (SKA) Balai Anak Antasena, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (5/6/2021). Balai multifungsi sangat penting agar masyarakat bisa mendapatkan layanan yang dekat dan merasakan kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat

Mensos didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat, Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Asep Sasa Purnama, Kepala Balai Antasena Magelang Faisal, Bupati Magelang, Anggota Komisi VIII DPR RI, para kepala balai, serta tokoh masyarakat itu.

‘’Penerima Manfaat (PM) bisa ditingkatkan dengan berbagai keterampilan (vocational), termasuk Program Keluarga  Harapan (PKH) tidak mampu. Saya kira ini penting balai multifungsi agar masyarakat bisa mendapatkan layanan yang dekat dan merasakan kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Kursi Roda

Dalam kesempatan itu, Kementerian Sosial (Kemensos) juga akan membagikan sebanyak 490 kursi roda elektrik dan biasa serta tongkat bagi para penyandang disabiltas agar bisa mandiri. "Kami akan membagikan 490 kursi roda elektrik dan biasa bagi para penyandang disabilitas, serta tongkat dengan sensor yang mengeluarkan suara agar mereka mandiri," lanjutnya.

Diberikan kursi roda dan tongkat dengan sensor suara sangat membantu bagi disabilitas agar mandiri dan tidak menggantungkan hidup serta tidak menjadi beban orang lain.

"Dengan diberikan bantuan kursi roda dan tongkat dengan sensor agar mandiri, bersihkan badan, tidak tidur terus di kasur sehingga malas gerak dan tidak prouduktif," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Mensos meninjau ruang vocational seperti cafe dan resto Antasena, laundry, automotif, pertukangan, salon, sablon,  handycraft, serta home industri. Son

 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler