Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BNPB Lakukan Upaya Ini untuk Tekan Kasus Covid-19 di Kudus

Minggu, 6 Juni 2021 13:52 WIB

Share
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Ganip Warsito saat meninjau Kabupaten Kudus. Foto: Ist

KUDUS, POSKOTAJATENG.CO.ID  –  Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Ganip Warsito meninjau Kabupaten Kudus, daerah yang terkonfirmasi Covid-19 paling tinggi di Jawa Tengah, Minggu (6/6/21) pagi. Selain menyiapkan 8 water canon untuk sebagai penyemprotan, Kapolri memerintahkan kepada Kapolda Jateng untuk menerjunkan satu SSK Brimob guna menjaga enam desa di Kudus agar tak terjadi mobilitas orang di sana.


Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pangdam IV/ Kodam Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, pejabat utama Polda Jateng dan Kodam IV / Diponegoro. 


Kapolri mengaku sangat prihatin dengan meningkatnya Covid-19 di Kabupaten Kudus ini Dari data yang diterima, Sigit  mengungkapkan jumlah yang terkonfirmasi Covi-19 ini berjumlah 7.975 orang, sedangkan sembuh 5.918 orang, dan meninggal dunia 659 orang. Hal ini menjadi perhatian khusus dirinya bersama Panglima dalam menangani Covid -19 di Kabupaten Kudus.



"Hal ini memang menjadi perhatian kami, dengan adanya ketersediaan tempat tidur di tujuh rumah sakit di Kabupaten Kudus yang semakin menipis dari 393 tempat tidur isolasi sudah terisi 359 tempat tidur (91%). Sementara ruang ICU dari jumlah 41 tempat tidur sudah terisi 38 tempat tidur (92%)," jelas mantan Kapolda Banten ini.


Menurut Sigit, dengan kondisi tersebut membuat Kabupaten Kudus dalam kondisi yang kurang baik apalagi jika terjadi penambahan kasus aktif di wilayah sekitarnya. Untuk itu dia meminta semua intansi baik TNI Polri, bersama sama menangani Covid - 19 di Kabupaten Kudus agar kembali pulih seperti semula.



“Masalah Covid-19 merupakan tanggung jawab kita bersama bukan hanya pemerintah, TNI ataupun Polri saja. Tetapi hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memutus mata rantai Covid-19, karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, oleh karena itu kita semua harus bergerak bersama," terangnya. 


Dikatakan Sigit, saat ini pemerintah, TNI dan Polri membutuhkan peran serta masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Minimal kata dia kita semua saling mengingatkan untuk disiplin terhadap protokol kesehatan yaitu 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan). 
Mantan Kabareskrim Polri ini menambahkan, Polri bersama dengan TNI telah menyiapkan 8 water canon untuk dilakukan penyemprotan secara masal di semua tempat yang ada di Kabupaten Kudus.



“Water Canon ini akan berjalan 3 hari sekali di Kabupaten Kudus untuk melakukan penyemprotan disinfektan,” ungkapnya.


Kapolri juga menyampaikan, telah memerintah Kapolda Jawa Tengah untuk lebih fokus menangani enam desa yang terpapar Covid 19 untuk menerjukan satu SSK pasukan Brimob menjaga desa tersebut. Sehingga, tidak ada warga yang keluar kemanapun selama Isolasi mandiri ini.


“Selain itu, semua pasukan baik dari Babinsa, Bahbinkamtibmas, bataliyon dan Brimob serta tenaga kesehatan, semuanya kita floting di Kabupaten Kudus ini, dengan harapan kita ingin Kabupaten Kudus kembali ke semula, target kita Covid harus hilang dari Kabupaten Kudus,” tegasnya. (Aji)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler