Viral! Bubarkan PKL di Purwokerto dengan Semprotan Disinfektan, Satpol PP Klaim Tak Membahayakan

Selasa, 8 Juni 2021 09:11 WIB

Share
Petugas Satpol PP dan damkar Kabupaten Banyumas saat menyemprot lapak di alun-alun Kota Purwokerto untuk membubarkan PKL. Foto: serayunews.com

PURWOKERTO, POSKOTAJATENG.CO.ID - Beberapa hari ini, muncul video mendadak viral yaitu pembubaran lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Alun-alun Kota Purwokerto oleh petugas Satpol PP dan petugas Damkar Kabupaten Banyumas. Terlihat petugas menyemprotkan cairan ke lapak PKL yang belakangan diketahui merupakan disinfektan. Video penyemproitan, salah satunya diunggah akun Twitter @PolPPBanyumas.


"Sabtu (5/6/21), Satpol PP Kab Banyumas melaksanakan Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jl Pengadilan Alun Alun Purwokerto dan di depan BNI 46 Purwokerto menggunakan water spray dr unit kendaraan Damkar Kab Banyumas. Selama Penertiban berlangsung aman dan tertib," tulis akun tersebut seperti seperti dikutip detikcom, Senin (7/6/2021).


Video tersebut sudah ditonton ribuan kali dan mendapat beragam komentar. Belakangan video tersebut juga diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah dan telah ditonton hingga 1,2 juta kali serta mendapat ribuan komentar.



Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas, Eko Heru Surono, membenarkan kegiatan tersebut. Pasalnya sudah berkali-kali diperingatkan, PKL tetap berjualan sehingga pihaknya melakukan pembubaran secara paksa dengan dibantu oleh petugas Polresta Banyumas dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas.


"Sudah bertahun-tahun lalu mereka diperingatkan, namun tidak mengindahkan. Akhirnya kami mengambil tindakan tersebut," kata Eko kepada wartawan.


Dia mengatakan bahwa sudah hampir delapan tahun para PKL diberi diperingatkan untuk pindah, tapi selalu mengulur waktu. Apalagi PKL di alun-alun dianggap menimbulkan kerumunan di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Sesuai Prosedur


Eko juga menjelaskan penyemprotan yang terkesan represif tersebut sudah dilakukan sesuai prosedur yang baik agar tidak membahayakan manusia.



"Cairan disinfektan yang keluar itu kita kabutkan, jadi tidak membahayakan," jelasnya.
Setelah dibubarkan, pedagang kaki lima (PKL) Purwokerto buka suara. Mereka menganggap hal tersebut kurang relevan serta belum adanya kepastian mereka dipindahkan ke mana.


“Kemarin saat dibubarkan, kami bubar, setelah itu tetap disemprot (stand, gerobak dan tempat berjualan, red). Sekarang saja kalau mau ngusir setan kan dikasih sesaji, biar mereka pergi. Kami kan manusia, kalau mau mengusir kami ya kami diberi solusi diberi tempat. Kita jualan bukan sehari dua hari, sudah puluhan tahun di Alun-alun Purwokerto,” ujar Humas Paguyuban PKL Sehati Alun-alun Purwokerto, Sugianto seperti dilansir serayunews.com. (Aji)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler