Banyak Lansia Masih Produktif, Baluwarti dan Mojo Dicanangkan sebagai Kelurahan Ramah Lansia

Kamis, 10 Juni 2021 19:55 WIB

Share
Pencanangan Kelurahan Ramah Lansia di Kota Surakarta. Foto: jatengpengprov.co.id

SOLO, POSKOTAJATENG.CO.ID  – Kelurahan Baluwarti dan Kelurahan Mojo, Kota Surakarta, Jawa Tengah,  dicanangkan sebagai Kelurahan Ramah Lansia. Pencanangan tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi lanjut usia (lansia) agar tetap produktif dan mandiri. Di dua kelurahan tersebut, banyak memiliki lansia yang masih produktif.

Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa mengatakan, dengan meningkatnya usia harapan hidup warga Kota Surakarta dari 68 ke 71 tahun, menuntut Pemerintah Kota Surakarta mengupayakan fasilitas infrastruktur yang memadai bagi lansia.

Namun demikian, ia mengingatkan kelurahan lain di Kota Surakarta untuk tak terburu mendeklarasikan diri sebagai kelurahan ramah lansia.

Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Pencanangan Kelurahan Baluwarti sebagai Kelurahan Ramah Lansia, Rabu (9/6/2021) di Dalem Mloyokusuman, Kelurahan Baluwarti Kecamatan Pasar Kliwon.

“Karena baru dua kelurahan yang mendeklarasikan sebagai Kelurahan Ramah Lansia yakni Kelurahan Mojo dan sekarang Baluwarti, kami mengimbau pada kelurahan-kelurahan yang lain untuk tidak latah karena kelurahan lain sudah mendeklarasikan. Infrastruktur disiapkan dulu kemudian programnya apa saja. Otomatis ada tambahan anggaran di kelurahan,” katanya.


Melatih Kemandirian


Teguh berharap, harus ada upaya yang dilakukan untuk menggenjot lansia menuju lansia produktif lewat berbagai program untuk melatih kemandirian.

“Lansia yang mandiri dan tidak tergantung orang lain, itu yang penting. Produktif tidak harus berarti bisa menghasilkan tambahan nilai dan tambahan untuk ekonomi rumah tangga tapi lebih pada kemandirian untuk hidup tidak tergantung pada anak cucunya maupun tetangganya,” ucapnya.

Lurah Baluwarti Triatmo Hamardiyono mengatakan, kegiatan lansia sejahtera Kelurahan Baluwarti melibatkan 65 lansia produktif dilihat dari kegiatan UMKM. Sedangkan jumlah yang terdaftar 650 warga dari 702 warga lansia yang ada.

“Para lansia yang masih produktif menghasilkan kuliner tradisional, jamu, kerajinan tangan, dan kerajinan wayang beber. Semua kegiatan ini sangat bermanfaat dan menunjukkan lansia bisa produktif asal selalu didorong dan dibantu agar mandiri,” kata Triatmo.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler