Merdeka Belajar, Pandangan Lawas Ki Hadjar Dewantara bagi Karakter Pendidikan Masa Kini

Minggu, 2 Mei 2021 11:26 WIB

Share
Dwi Yunita Sari

Oleh :

Dwi Yunita Sari, S.Pd

Guru SMP Negeri 3 Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah

JEPARA, POSKOTAJATENG.CO.ID- Ki Hadjar Dewantara, sosok yang tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia. Seorang penggerak dengan konsep-konsep yang hingga kini menjadi semboyan dalam dunia pendidikan kita. Bernama asli Suwardi Suryaningrat, beliau terus memperjuangkan gagasan-gagasan penting tentang pendidikan sehingga menjadikan tanggal kelahirannya, 2 Mei, ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional melalui Kepres No. 316 Tanggal 16 Desember 1959.

Semboyan yang awalnya ia cetuskan sebagai motto Taman Siswa  ini  diharapkan mampu terealisasi dengan baik sehingga dapat mengembangkan pendidikan yang ideal bagi bangsa. Lantas bagaimana relevansi pandangan Ki Hadjar Dewantara dengan gagasan “Merdeka Belajar” yang kini tengah digaungkan oleh Kemendikbud?

Pemikiran seorang Ki Hadjar Dewantara berpuluh-puluh tahun lalu ternyata menjadi sebuah konsep yang tak lekang bagi pendidikan di era milenial. Konsep ini menjadi sebuah inspirasi bagi Kemdikbud dalam upaya mengembangkan pola pendidikan masa kini demi mencapai tujuan nasional pendidikan. Ada beberapa benang merah yang dapat ditarik dari slogan seorang Ki Hadjar Dewantara terkait dengan konsep “Merdeka Belajar”.

Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani

Konsep Pendidikan

Slogan Ing Ngarsa Sung Tuladha (di muka memberikan contoh), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun cita-cita), dan Tut Wuri Handayani (mengikuti serta mendukung),  merupakan sebuah akar dari konsep pendidikan yang penting.

Slogan tersebut mengajarkan bahwa metode pembelajaran hendaklah didasarkan pada prinsip among melalui pola asah, asih dan asuh.  Dimulai dari konsep Ing Ngarsa Sung Tuladha, yang mengajarkan pada kita bahwa dalam pendidikan keteladanan merupakan hal yang paling dasar bagi setiap pendidik sebelum mereka mengajarkan konsep-konsep keilmuannya.

Halaman
1 2 3 4
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler