Siswa MAN 1 Kota Semarang Ikuti Lomba Robot di Singapura, Ciptakan Robot Bisa Bantu Pelaksanaan PTM 

Minggu, 2 Mei 2021 11:26 WIB

Share
KOMPETISI: Siswa-siswi MAN 1 Kota Semarang yang mengikuti Robot Competition “Asian Yout Robot Olympiad (AYRO) Singapore 2021, baru-baru ini. Foto: Ist

SEMARANG, POSKOTAJATENG.CO.ID- Sebanyak enam siswa MAN 1 Kota Semarang mengikuti Robot Competition “Asian Yout Robot Olympiad (AYRO) Singapore 2021 baru-baru ini .

Keenam siswa tersebut antara lain Fentika Zahra, Galih Dwi, Komara Indra, Ela Fitriana, Faisal Nur, dan Ayub Fatwa Ibrahim dengan guru pembimbing Aris Fakhfuddin MPd dan Minanur Rahman SHum.

Menurut guru pembimbing Aris Fakhfuddin, bahwa Robot dirancang terkait dengan protokol Kesehatan sesuai dengan kebijakan pemerintah melalui kemendikbud terkait dengan pembelajatan tatap muka (PTM) bisa menimbullkan dampak positif dan negatif.

Dampak negatifnya adalah adanya potensi penularan covid-19 di lingkungan madrasah, oleh karena siswa MAN 1 Kota Semarang menciptakan robot “Covid Heroes Bot”. Robot ini berfungsi untuk membantu madrasah dalam pelaksanaan PTM saat pandemi agar bisa berjalan dengan baik.’

Proses Belajar

“Dengan adanya robot in diharapkan pelaksanaan PTM saat pandemi ini bisa berjalan dengan baik, sehingga akan memudahkan madrasah dalam melaksanakan proses belajar mengajar,” ungkap Aris.

Fentika Zahra  selaku koordinator  tim robot mengatakan, sistem kerja robot ini adalah setiap siswa yang masuk kepintu gerbang MAN 1 akan dilakukan pengecekan suhu secara otomatis, jika suhu diatas 37 derajad maka sensor akan menyala membukakan pintu jalur evakuasi dan robot mobil klinik akan menjemputnya, lalu mobil akan membawa menuju ke klinik untuk pemriksaanlebih lanjut oleh satgas covid.

 

“Jika siswa dengan suhu dibawah 37 maka akan secara otomatis pintu akan terbuka dan secara otomatis akan diberikan hand sanitizer dan masker, jika siswa membawa barang bawaan seperti tas maka barang akan diperiksa secara otomotis terkait sterilisasi barang, setelah itu siswa masuk kelas, jika dalam kelas tersebut over load dan jarak tidak aman maka sensor akan berbunyi dan ada peringatan” ungkap Fentika.

Menurut guru pembimbing lain Minanur Rahman, persiapan untuk pembuatan robot ini selama dua minggu dengan sedikit kendala yaitu keterbatasan kit dan masih pemula sehingga diperlukan evaluasi dan ini adalah pengalaman pertama lomba robot dan tingkat Asia Tenggara, kami berharap ini bisa menjadi pengalaman dan bisa meraih juara sehingga memotivasi siswa lain untuk berprestasi. ADE

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler