Migrasi Siaran TV Digital Dorong Pertumbuhan Produksi Konten Lokal

Selasa, 21 Juni 2022 20:30 WIB

Share
Migrasi Siaran TV Digital Dorong Pertumbuhan Produksi Konten Lokal
Kehadiran TV digital memacu pertumbuhan konten-konten lokal yang edukatif. Foto: kominfo

JAKARTA, JATENG.POSKOTA.CO.ID - Migrasi televisi analog menuju digital merupakan membawa dampak yang positif dalam mendorong pertumbuhan ekosistem digital, salah satunya terpacunya tangan-tangan kreator untuk memproduksi konten-konten lokal yang bersifat edukatif.

Migrasi siaran TV Analog menuju siaran TV Digital merupakan salah satu wujud transformasi digital pada tata kelola penyiaran.

 

Sejumlah negara telah mematikan siaran TV analog. International Telecommunication Union (ITU) dalam konferensi ITU 2006, telah memutuskan bahwa 119 negara ITU Region-1 menuntaskan Analog Switch Off [ASO] paling lambat 2015.

Demikian pula pada konferensi ITU 2007 dan 2012, pita spektrum frekuensi radio UHF (700 MHz) semula untuk televisi terestrial ditetapkan menjadi layanan mobile broadband. Sedangkan di tingkat regional terdapat Deklarasi ASEAN untuk menuntaskan ASO di 2020.

Menurut  Indro Siswoyo Sub Koordinator Perencanaan Infrastruktur Penyiaran, Direktorat Pengembangan Pitalebar Kemenkominfo RI, peralihan siaran televisi analog ke siaran digital membawa sejumlah manfaat.

 

''Salah satu manfaat yang dihadirkan dari teknologi siaran digital adalah diversifikasi konten siaran. Program penghentian siaran televisi analog akan mendorong keberagaman konten dari industri penyiaran di dalam negeri. Produksi konten lokal yang bersifat edukatif akan terpacu,” jelasnya, seperti dilansir siarandigital.kominfo.go.id, belum lama berselang.

Bermanfaat

Ditambahkannya, diversifikasi konten berpotensi memunculkan konten-konten edukatif, kreatif, dan variatif. Hal itu sangat bermanfaat bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses tontonan atau televisi menjadi satu-satunya akses tontonan.

Halaman
1 2
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar