Ini Dia Delapan Wilayah Terdampak Suntik Mati TV Analog Tahap Kedua di Jateng, Mana Saja?

Rabu, 22 Juni 2022 07:20 WIB

Share
Ini Dia Delapan Wilayah Terdampak Suntik Mati TV Analog Tahap Kedua di Jateng, Mana Saja?
Delapan wilayah di Jateng akan terkena suntik mati TV digital dan beralih ke TV digital. Foto: cncb

SEMARANG, JATENG.POSKOTA.CO.ID - Pemerintah memutuskan untuk menghentikan program siaran TV analog atau Analog Switch Off (ASO) secara bertahap hingga 2 November 2022.

Pemprov Jawa Tengah mendukung peralihan siaran TV analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO). Bahkan informasi juga edukasi terkait suntik mati kepada TV analog untuk migrasi ke digital kepada masyarakat di Jateng, intens terus dilakukan.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng Riena Retnaningrum mengatakan, pihaknya terus melakukan gerilya komunikasi informasi dan edukasi. Ini dilakukan, agar masyarakat di lapisan terbawah mengetahui rencana ASO.

“Kita telah menyampaikan kepada masyarakat, terkait migrasi ke televisi digital. Lewat berbagai media, lewat media sosial, tampilan FK Mitra pun dilakukan. Sekitar 98 persen sudah mengetahui, hanya tinggal sedikit yang ingin tahu alatnya (set top box/ STB),” jelasnya beberapa waktu lalu.

Diketahui pada Tahap II ASO (25 Agustus 2022), ada delapan wilayah di Jateng yang akan dimatikan siaran TV analognya, yaitu, Kabupaten Boyolali, Sragen, Grobogan, Kudus, Demak, Kabupaten Semarang, serta Kota Salatiga, dan Kota Semarang.

 

Migrasi ke teknologiTV digital butuh upaya penyesuaian. Namun, dengan tren penggunaan teknologi informasi selama pandemi, adaptasi kebiasaan baru tersebut menjadi lebih mudah.

“Tantangannya (sebagai media TV) seperti kata Pak Gubernur (Ganjar Pranowo), jangan memberikan (tayangan) yang biasa-biasa saja,” tuturnya.

Migrasi TV analog ke digital menjadi agenda transformasi digital di bidang penyiaran yang dikerjakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Halaman
1 2 3
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar