Tim Psikologi USM Gelar Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Pengasuhan bagi ABK

Rabu, 22 Juni 2022 21:43 WIB

Share
Tim Psikologi USM Gelar Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Pengasuhan bagi ABK
Tim Psikologi USM berpose bersama dalam sosialisasi pengasuhan ABC di SD Bina Harapan Semarang. Foto: Ist

SEMARANG, JATENG.POSKOTA.CO.ID  - Sebagai salah satu wujud nyata Tri Dhrama perguruan tinggi, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) menggelar sosialisasi Peningkatan Pemahaman Pengasuhan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SD Bina Harapan Semarang, pada Senin 20 Juni 2022.

Tim PkM tersebut, antara lain Christine Roselvia Tri Amelia SPsi MPsi Psikolog, Anindita Nova Ardhani SPsi MPsi Psikolog, Agung Santoso Pribadi SPsi MPsi Psikolog, dan Dewi Puspita Sari SPsi MSi.

Pengabdian ini dihadiri sebanyak 27 peserta yang merupakan orangtua atau wali murid SD Bina Harapan.

Dua mahasiswa turut andil dalam pengabdian ini. Kedua mahasiswa tersebut adalah Ada Kartikasari sebagai MC dan Dimas Gustian Saputra sebagai moderator.

Adapun materi dimulai dengan pemaparan materi dasar untuk meningkatkan pemahaman akan ABK dan pengasuhan oleh Christine Roselvia Tri Amelia tentang klasifikasi ABK dan karakteristiknya. Kemudian dilanjutkan dengan materi Pola yang oleh Anindita Nova Ardhani.


Karakteristik ABK


Selanjutnya materi Layanan Pendidikan bagi ABK oleh Agung Santoso Pribadi, serta Persiapan Karier bagi ABK oleh Dewi Puspita Sari.

"Materi tersebut memberikan edukasi mengenai jenis-jenis ABK, penyebabnya hingga karakteristik masing-masing ABK, jenis-jenis pola asuh dan pemilihan pola asuh yang sesuai dengan kondisi ABK serta perkembangannya, jenis-jenis layanan pendidikan yang tersedia bagi ABK dan cara pemilihan rencana pendidikan, serta rencana karier yang berupa upaya-upaya pengembangan potensi ABK guna mempersiapkan masa depan," ucap Christine. 

Kepala sekolah SD Bina Harapan Endang Prihatiningsih SPd MPd menyatakan, pengabdian dengan konsep edukasi semacam ini sangat perlu dilakukan secara rutin dengan tema-tema yang berbeda karena pengabdian yang diberikan dinilai sangat tepat untuk memberikan pengetahuan baru dan pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi siswa di sekolah. 

"Semoga kerjasama baik dan sumbangan ilmu pengetahuan bisa terus terjalin dan tersalurkan sehingga banyak pihak yang mendapatkan manfaat baik dari ilmu pengetahuan,” ujarnya. (Aji)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar