Luar Biasa! Penonton Antusias Saksikan Pagelaran Wayang Kulit untuk Peringati Lustrum Ke-7 USM

Jumat, 24 Juni 2022 08:26 WIB

Share
Luar Biasa! Penonton Antusias Saksikan Pagelaran Wayang Kulit untuk Peringati Lustrum Ke-7 USM
Pembinaan Yayasan Alumni Undip, rektor USM, panitia berpose bersama Dalang Ki Joko Sunarno dan Kadisbudpar Kota Semarang Wing Wiyarso Puspojoedho. Foto: Ist

SEMARANG, JATENG.POSKOTA.CO.ID  - Sambutan masyarakat atas pagelaran wayang kulit yang dipentaskan Universitas Semarang (USM) dalam rangka memperingati Lustrum ke-7 di GOR Prof Sudarto SH, Semarang,  Rabu (22/6) luar biasa.


Terbukti, penonton antusias menikmati pertunjukan dalang Ki Joko Sunarno yang mengusung lakon 'Semar Mbangun Kahyangan'. Apalagi ditambah penampilan dagelan Gareng Sumarbagyo Ngesti Pandowo yang membuat penonton terpingkal-pingkal hingga betah bertahan semalam suntuk.


Hadir dalam deretan penonton, Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip (YAU) Prof Sudharto P Hadi MES PhD, anggota Pembina YAU Ir Soerhasojo IPU dan Drs Kodradi, Sekretaris Bidang External YAU Eddy Djoko Pramono SH MH MT, Rektor USM Dr Supari Priambodo ST MT, Ketua Panitia Pentas Wayang yang juga Kaprodi Magister Hukum USM Dr Drs  H Kukuh Sudarmanto BA SSos SH MM MH, serta Direktur Operasional PT Kimia Farma Diagnostika Winastanto Wibowo.


Dalam sambutannya Rektor USM Supari mengatakan, kami  menganggap  wayang adalah salah satu budaya yang menjadi ciri kebesaran Indonesia. Itu sebabnya dalam peringatan Lustrum ke-7 atau Dies Natalis ke-35, USM mementaskan wayang sebagai budaya yanga adiluhung.


"Kami sangat berterimakasih, dan kami  menganggap  wayang adalah salah satu budaya yang menjadi ciri kebesaran Indonesia. Ciri kebesaran lain  adalah keberadaan candi-candi yang kemarin dijadikan tema Malam Kebudayaan USM, yang melibatkan ketua  MPR, tokoh dan penyair," ucap Supari.


Menurut Supari, wayang memilki banyak makna, banyak petuah didalamnya, dan hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan kekayaan budaya.


"Wayang menjadi penciri kebesaran Indonesia, maka kita perlu melestarikan budaya ini. Dan saya mengajak untuk kita simak wayang ini semalam suntuk sampai paripurna, kita dengarkan apa saja petuah yang disampaikan pak dalang, untuk bisa kita implementasikan dalam rangka membangun USM untuk kesejahteraan kita semua, serta membangun Kota Semarang, Jawa Tengah, dan Indonesia," bebernya.


Menanggapi lakon pada pagelaran wayang ini, Supari berharap dalam setiap perjalanan USM kedepannya untuk selalu dibimbing oleh para pembina yayasan alumni Undip.


"Semar dalam pewayangan sebagai tokoh pamomong seluruh jagad, tapi bagi saya yang paling sulit adalah momong keinginan diri sendiri. Jadi makanya nyuwun tulung USM dengan HATI berinovasi membangun negeri ini kaitannya dengan bagaimana kita momong perjalanan kita kedepan untuk dibina oleh Prof Sudharto,"  ujar Rektor USM.


Apresiasi

Halaman
1 2
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar