Habib Syech Lantunkan Tembang Lir Ilir Khusus untuk Ganjar di Tahlil Akbar Bung Karno

Sabtu, 25 Juni 2022 13:58 WIB

Share
Habib Syech Lantunkan Tembang Lir Ilir Khusus untuk Ganjar di Tahlil Akbar Bung Karno
Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf memimpin salawatan dalam peringatan Bulan Bung Karno. Foto: jatengprov.go.id

SOLO, JATENG.POSKOTA.CO.ID  – Lautan manusia terjadi di Komplek Benteng Vastenburg Solo  saat gelaran Tahlil Akbar dan Salawatan bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dan Gus Karim, Jumat (24/6/2022) malam. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Peringatan Bulan Soekarno di Jawa Tengah.


Acara dimulai dengan tahlilan dan doa yang dipimpin oleh pengasuh pondok pesantren Al-Qur’aniy Az-Zayadiyy Laweyan Solo, KH Abdul Karim atau yang akrab disapa Gus Karim. Kemudian disambung dengan selawatan Habib Syech dengan iringan hadrah Ahbabul Musthofa.



Di antara sederet syair salawat, Habib Syech mempersembahkan tembang “Lir Ilir” khusus untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Tembang ciptaan Sunan Kalijaga itu memiliki makna manusia harus bangkit dari keterpurukan. Dan, seorang pemimpin harus bisa menjalankan rukun Islam sebagaimana digambarkan dalam lirik “Cah angon, penekna belimbing kuwi“.


“Ada satu tembang yang disukai Pak Gubernur. Saya ingin mempersembahkan. Beliau sebenarnya mau hadir, tapi waktunya dihitung tidak cukup sampai di sini. Mungkin beliau juga melihat youtube (acara ini),” ujar Habib Syech dilanjut dengan tembang “Lir Ilir”.



Dalam acara yang digelar untuk memperingati Haul ke-52 presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, Habib Syech menyampaikan pesan kepada hadirin untuk dapat meneladani dan meneruskan perjuangan Bung Karno.
“Mudah-mudahan kita semua dapat meneruskan perjuangan beliau. Dan kita semua berdoa, insyaallah Indonesia aman, indonesia selamat,” kata Habib Syech.


Sudah Lama
Habib Syech juga mengatakan sudah lama merindukan acara salawatan bersama seperti ini. Sebab sudah lama, ia tidak menggelar Jateng Berselawat, sebuah acara salawatan yang digelar rutin bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.



“Malam ini mestinya Pak Ganjar datang, tapi karena masih perjalanan dari Jakarta sehingga beliau belum ada di tengah-tengah kita. Sebenarnya kita semua rindu. Mari kita doakan beliau sehat, termasuk para pemimpin kita di sini, ada Pak Wali Kota Solo, pak polisi, TNI dan lainnya. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan mendapat berkah dan kita semua selamat,” tuturnya.


Sementara, dalam tausiyahnya Gus Karim menyampaikan, Soekarno merupakan orang yang paling berjasa atas kemerdekaan Indonesia.
“Beliau ini orang istimewa dibanding diri kita. Karena yang namanya proklamator itu satu. Beliau yang telah berusaha memerdekakan saya dan anda semua,'' katanya. (Aji)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar