FT USM - Astekindo Gelar Workshop dan Diskusi 'Renewing of Construction Industry'
Minggu, 26 Juni 2022 07:27 WIB
Share
Rektor USM Supari saat memberi pengantar dalam diskusi Diskusi 'Renewing of Construction Industry'. Foto: ist

SEMARANG, JATENG.POSKOTA.CO.ID - Guna mengawal keterbaruan informasi industri konstruksi Fakultas Teknik Universitas Semarang (FT USM) berkolaborasi dengan Dewan Pengurus Pusat Astekindo menggelar  workshop dan diskusi Renewing of Construction Industry dengan tema "Implikasi Uu No.11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Terhadap Badan Usaha Jasa Konstruksi", Sabtu 25 Juni 2022 secara virtual.


Kegiatan ini menghadirkan Rektor USM Dr Supari ST MT IPM yang memberi Opening Speech, dan empat narasumber diantarnya Prof Dr Ir Agus Taufik Mulyono MT IPU ASEAN Eng (Ketum MTI), Ir Iman Purwoto, ST, MT, IPM (Ketua Umum DPP Astekindo), Ferry Firmawan ST MT PhD (Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Semarang), Dr Idi Namara ST MT (Akademisi dan Asesor), serta dimoderatori oleh Agnesia Putri K ST MT MSc (Sekjur Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Semarang).


Rektor USM Supari  mengatakan USM menyambut baik acara-acara diskusi seperti ini, oleh karena itu marilah kita di porsinya masing-masing untuk berkolaborasi untuk beraksi sesuai dengan perannya.


"USM di usia yang ke - 35 tahun atau lustrum ke 7 ini, Alhamdulillah kami menyambut baik acara  diskusi seperti ini. Karena itu marilah kita di porsinya masing-masing, apakah pemerintah, jasa kontruksi, perguruan tinggi maupun masyarakat, berkolaborasi untuk beraksi sesuai dengan peran masing-masing," ucap Supari.


Dia mengatakan, gubernur Jateng sering menyampaikan kepada USM dan kita semua, bahwa ada empat hal krusial yang sedang dihadapi oleh Jawa Tengah, yaitu tentang bagaimana menurunkan angka kemiskinan, memberi solusi terhadap problematika pangan, bagaimana pemenuhan terhadap kebutuhan energi yang ramah lingkungan, serta permasalahkan klasik yang ada di daerah pantai yang ada di Kota Semarang.


Sedangkan nara sumber Agus Taufik Mulyono menjelaskan mengenai Kewajiban dan Penggunaan Tenaga Kerja Konstruski yang Bersertifikat SKK-K.


"Sertifikat kompetensi merupakan produk hukum yang menjadi legitimasi (pengakuan) RTK terhadap capaian kemampuan seseorang dalam melakukan PEX pekerjaan tertentu yang ditetapkan oleh otoritas yang berwenang, berbasis pada standar kompetensi yang telah disepakati dan ditetapkan," jelas Prof Agus.

Kode Etik


Pembicara lain,  Iman Purwoto mengungkapkan, Hak dan Kewajiban Asosiasi Profesi Terakreditasi Jasa Konstruksi Pasal. 42J PP No. 14 th. 2021.

Dia menjabarkan, hak Asosiasi Profesi yang terakreditasi adalah mendapatkan Surat Tanda Terakreditasi, membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), mengusulkan anggotanya menjadi calon pengurus LPJK, kemudian Kewajiban Asosiasi Profesi Terakreditasi, dan menyusun dan menegakkan kode etik bagi anggotanya.
Selanjutnya, Ferry Firmawan  mengatakan SDM konstruksi yang berkualitas diperlukan untuk menjamin pekerjaan konstruksi.


"SDM konstruksi yang berkualitas diperlukan untuk menjamin pekerjaan konstruksi, yang mana harus dilakukan oleh SDM yang memiliki kompetensi dan terjamin kualitasnya melalui sertifikat. Sehingga penyelenggaraan jasa konstruksi berlangsung aman, nyaman dan tepat sasaran," ungkap Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Semarang.

Halaman
1 2
Berita Terpopuler