Rangkaian Bulan Bakti Bung Karno, PDIP Demak Adakan Bakar Ikan dan Gelar Wayang Kulit

Minggu, 26 Juni 2022 17:36 WIB

Share
Rangkaian Bulan Bakti Bung Karno, PDIP Demak Adakan Bakar Ikan dan Gelar Wayang Kulit
Ketua DPC PDIP Kabupaten Demak HS Fahrudin Bisri Slamet, Bupati dr Hj Eisti'anah, Pj Sekda H Eko Pringgolaksito, serta para anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Demak saat membakar ikan bersama untuk Bulan Bakti Bung Karno. Foto: Jati

DEMAK, JATENG.POSKOTA.CO.ID  - Masih sebagai rangkaian agenda Bulan Bakti Bung Karno, DPC PDIP Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengadakan 'Bakar Ikan Bersama dan Pagelaran Wayang Kulit ', Minggu 26 Juni 2022.


Kegiatan yang berlangsung di halaman bakal Kantor DPC PDIP Kabupaten Demak Jalan Lingkar Desa Mranak Kecamatan Wonosalam itu dimaksudkan pula sebagai dukungan program Pemerintah mengatasi stunting (hambatan pertumbuhan anak).

 

"Sekaligus upaya kami turut nguri-uri budaya warisan Kanjeng Sunan Kalijaga, yang menggunakan wayang kulit sebagai media penyebaran ajaran Islam," kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Demak yang juga Ketua DPRD HS Fahrudin Bisri Slamet.

Lanjut Fahrudin, Demak sebagai daerah dengan potensi perikanan berlimpah mestinya menjadikan warganya surplus gizi. Sehingga kasus stunting yang salah satu indikatornya akibat kekurangan gizi, tidak perlu ditemukan di Kota Wali.

"Acara bakar ikan bersama ini, sebagai bentuk pengabdian kami mendukung program pemerintah dalam upaya menangani stunting atau gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi. Sebagaimana pernyataan Bung Karno dalam dedication of life-nya, 'Sebagai manusia biasa, saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Hanya kebahagiaanku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada tanah air, kepada bangsa.'," urai FBS, demikian sapaan akrab Fahrudin Bisri Slamet.


Tradisi Leluhur


Sementara wayang kulit dengan lakon ''Kunti Pitutur Luhur'' besutan Ki Dalang Bayu Adji dimaksudkan sebagai bagian upaya melestarikan tradisi leluhur, utamanya di Bulan Apit yang dikenal dengan sebutan Apitan. Sekaligus nguri-uri budaya peninggalan Sunan Kalijaga, salah seorang Walisanga yang menggunakan akulturasi budaya dalam penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa. 

 

"Dewi Kunti adalah ibunda Ksatria Pandawa. Pitutur luhurnya tentu lah sangat bijaksana dan penuh nilai, seperti halnya Pancasila yang disampaikan Bung Karno pada pidato perdananya tentang five principle of life. 'Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah. Itulah Pancasila'," kata FBS.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar