Kakak Beradik Warga Weding Tewas Diduga Keracunan Makanan, Begini Penjelasan Kapolres Demak

Jumat, 5 Agustus 2022 22:43 WIB

Share
Kakak Beradik Warga Weding Tewas Diduga Keracunan Makanan, Begini Penjelasan Kapolres Demak
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono sedang memberikan penjelasan terkait kematian kakak beradik di Weding. Foto: Jati

DEMAK, JATENG.POSKOTA.CO.ID  – Kakak beradik warga Weding Bonang tewas diduga akibat keracunan setelah menyantap makanan. Kedua korban yang meregang nyawa selang empat jam setelah sempat dirawat di RSUD Sunan Kalijaga itu bernama N (24) dan adiknya NA (20). 

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono menyampaikan, kejadian bermula ketika pada Selasa (2/8) sekitar pukul 05.30, ibu kedua korban membeli tempe dan ceker ayam dari warung tetangga korban. Berikutnya, pada pukul 07.00, tempe dan ceker ayam itu di masak oleh ibu kedua korban. Tempe dan ceker dimasak menjadi menu bacem. Selanjutnya, menu makanan itu di makan sekeluarga.

 

Dalam perkembangannya sekitar pukul 09.00, kakak beradik tersebut muntah-muntah. Adapun, ayah dan ibu korban tidak mengalami muntah.

“Kedua korban  kemudian dilarikan ke RSUD Sunan Kalijaga. Dalam perkembangannya, dua anak ini meninggal dunia,” kata AKBP Budi saat konferensi pers di Mapolres Demak, Jumat 5 Agustus 2022.

Korban lalu dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Untuk kepentingan penyelidikan, petugas melakukan olah kejadian perkara. Selanjutnya, mengamankan beberapa sisa makanan dan minuman dari lokasi atau rumah korban, termasuk mengamankan pakaian korban yang terkena muntahan.

 

"Kita masih mencari  penyebab kematian terlebih dahulu. Kita menunggu hasil laboratorium forensik Polda Jateng dari pemeriksaan muntahan makanan korban. Kita juga menunggu hasil dari RSUD Demak terkait pemeriksaan sampel darah korban," ungkapnya.

Budi menambahkan, terkait isu yang berkembang di media sosial tentang adanya kelalaian ayah korban dalam membuang racun tikus, pihaknya berupaya mengungkap kasus sesuai dengan fakta hasil penyelidikan.

"Kami harap masyarakat bijak dalam bermedia sosial. Jadi jangan memberikan informasi yang tidak benar karena kami sedang dalam melakukan penyelidikan," pungkasnya. (Jati)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar