Tampil di FKL, Surya Vocalia Orchestra Ajak Penonton Bergoyang Lewat ''Ojo Dibandingke''

Jumat, 16 September 2022 22:25 WIB

Share
Tampil di FKL, Surya Vocalia Orchestra Ajak Penonton Bergoyang Lewat ''Ojo Dibandingke''
Tampil di FKL, Surya Vocalia Orchestra Ajak Penonton Bergoyang Lewat ''Ojo Dibandingke''
Tampil di FKL, Surya Vocalia Orchestra Ajak Penonton Bergoyang Lewat ''Ojo Dibandingke''
Penampilan apik Surya Vocalia Orchestra yang mengajak penonton bergoyang, dan pementasan Wayang Orang Ngesti Pandowo di acara pembukaan FKL 2022. Foto-foto: hms/Aji

SEMARANG, JATENG.POSKOTA.CO.ID - Pengisi acara yang menyedot perhatian di pembukaan Festival Kota Lama (FKL) Semarang  2022 di halaman Laroka, Semarang, Kamis malam (15/9) tentu saja penampilan Surya Vocalia Orchestra yang amat impresif. 


Sejak awal, iringan orkestranya menghidupkan suasana dan mengajak penonton menjelajah ke berbagai negara melalui musik dan lagu. Ini sesuai dengan tema yang diusung FKL yaitu ''Heritage Reborn''. 



Pada pembukaan FKL yang dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, kelompok orkestra ini membawakan lagu-lagu yang bernapaskan budaya  Kota Lama di masa lalu yang identik percampuran etnis Jawa, Belanda, Cina dan Arab. Semua lagu yang dibawakan Astrid, Gia, Dewi, Avez, Bobby, Ivan, dan Barata benar-benar menghipnotis penonton untuk terus menikmatinya.


Surya Vocalia membukanya dengan lagu Jawa ''Gethuk'' yang dipopulerkan Nur Afni Octavia. Selanjutnya ada ''Kuch Kuch Hota Hai'' untuk menggambarkan Negeri India, tembang ''Sonja'' mengajak ke Belanda dan nuansa Arab terasa saat mereka melantunkan  ''Ya Tab Tab''.



Astrid sempat memberikan pengantar di hadapan penonton. Menurutnya, Paulus Surya Orchestra merasa bangga menjadi bagian dari pergelaran Festival Kota Lama yang sarat dengan ragam budaya dan etnis, serta keramahtamahan masyarakatnya.
''Terima kasih atas kepercayaan ini. Sebelumnya, kami juga pernah mengunjungi di beberapa negara seperti Belgia, Uzbekistan dan Kirgiztan. Kami juga mendapatkan kehormatan pentas di Kerajaan Monaco,'' tutur Astrid.


Bergoyang


Sebagai puncaknya, Astrid dkk menyanyikan dangdut koplo ''Ojo Dibandingke'' dan mengajak penonton untuk maju dan bergoyang.



''Kami sengaja memilih lagu yang sedang viral. Dan baru kali kan, ada koplo-kestra, gabungan koplo dan orkestra,'' katanya sambil memberikan semangat  penonton untuk  joget. Tamu di barisan depan pun ikut bergoyang, termasuk Plh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Purwanto.


Pembukaan FKL juga dimeriahkan peragaan busana dari para model Susan Budihardjo. Aneka fashion yang ditampilkan pun menyesuaikan tema multikultural seperti  pakaian khas Jawa dengan jariknya,  gaun Noni Belanda dan baju Mandarin. Tarian Sufi juga hadir disana. Acara pamungkas adalah pergelaran Wayang Orang On The Street Ngesti Pandowo.



Plh Kadisporapar Jateng Purwanto menyatakan kata  luar biasa atas pementasan FKL ini. Sesuai harapan gubernur, Kota Lama bisa menjadi magnet bagi para wisatawan-wisatawan lokal dan internasional melalui seni pertunjukan oleh diaspora-diaspora di Jateng.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar