Talkshow GNRM, Benny: Gotong Royong Menjadi Spirit Bangun Ekonomi di Masa Pandemi

Minggu, 18 September 2022 10:18 WIB

Share
Talkshow GNRM, Benny: Gotong Royong Menjadi Spirit Bangun Ekonomi di Masa Pandemi
Antonius Benny Susetyo (kiri) saat menjadi narasumber talkshow di Universitas Gunadharma. Foto: Ist

DEPOK, JATENG.POSKOTA.CO.ID – Universitas Gunadharma melalui UGTV menggelar talkshow Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dengan mengangkat tajuk “Gotong royong/kesetiakawanan sosial di masa pandemi” di Studio UGTV Gedung 1 Fakultas Kedokteran Kampus 8, pada Sabtu 17 September 2022.


Talkshow  GNRM seri keempat ini menghadirkan Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo , Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof Dr Ravik Karsidi, MS dan Prof Dr ES Margianti SE MM   Rektor Universitas Gunadarma sebagai narasumber serta Dr dr Matrissya Hermita MSi, MIkom (MHE) dan Prof Dr Ir  Budi Hermana, MM (BHE) sebagai host. 



Dalam pembukaannya Rektor Universitas Gunadharma Dr Margianti menyatakan bahwa bangsa dan negara Indonesia yang pada masa pandemi ini telah sukses menghadapi virus Covid - 19 dengan jargon “terjangkit tapi bangkit”  yang membuktikan bahwa bangsa ini  walaupun sempat  jatuh dan menderita akibat pandemi global  namun mampu kembali bangkit bahkan menjadi  lebih tangguh. 
Kesetiakawanan sosial, kata rektor,  merupakan salah satu nilai luhur bangsa dalam masa pandemi diwujudkan secara nyata dengan adanya gotong royong pada  seluruh lapisan masyarakat ini. 


''Karenanya Universitas Gunadarma men-support penuh upaya penggaungan nilai nilai Pancasila dan mendorong kesetiakawanan sosial di negara ini. Hal ini dibuktikan dengan terus bersinerginya kami dengan seluruh lapisan masyarakat, bergerak nyata membantu melatih para pengusaha kecil dan menengah untuk lebih akrab dengan tehnologi hingga mereka tidak saja bisa bersaing secara regional, namun nasional bahkan global,'' kata Margianti.



Selanjutnya dalam paparannya Prof Ravik Karsidi menyatakan, dalam menghadapi pandemi kita dihadapkan dengan berbagai pilihan khususnya tetap selamat, atau tetap menjaga ekonomi. Karenanya, lanjut mantan Rektor UNS itu,  perlu disadari bahwa Pemerintah sudah berusaha membuat pilihan pilihan yang jitu dan mengambil jalan tengah demi kepentingan berbagai pihak.


''Setiap pilihan tentu ada konsekuensinya  dan Pemerintah terbukti sudah teruji dalam menghadapi pandemi seperti saat ini dan perlu diapresiasi bahwa walaupun tidak sempurna namun Pemerintah bersama masyarakat terbukti bisa bahu membahu dalam menghadapi pandemi ini,'' tandasnya.



Ditambahkan dia, pandemi dalam aspek revolusi mental  justru dapat menjadi pemicu kesadaran untuk bergotong royong dan meningkatkan rasa kebersatuan dalam bangsa sehingga apapun yang terjadi janganlah sekali sekali meninggalkan  nilai - nilai luhur bangsa Indonesia, kita sebagai bangsa indonesia harus terus menerus mengaktualisasikan nilai nilai kebangsaan khususnya kegotongroyongan dan kesetiakawanan sosial. 

Di bagian lain, Staf Khusus Dewan Pengarah  BPIP Antonius Benny Susetyo dalam kesempatan ini menyatakan bahwa Indonesia  mempunyai modal dasar di tengah  ketidaksiapan dunia dalam menghadapi pandemi. Modal tersebut adalah kearifan lokal dan kesadaran kolektif  akan pentingnya nilai gotong royong membuat bangsa ini menjadi lebih  kuat dan sadar  untuk saling membantu. 



''Masyarakat yang dimotori kaum muda bergerak secara masif membangun jejaring menggunakan media sosial,bukan hanya berbagi informasi, namun saling membantu mencari obat, oksigen bahkan berbagi kebutuhan hidup bagi mereka yang sedang menjalani isolasi akibat terpapar virus Covid 19.Ini  bukti nyata bahwa habitualisasi.

Pancasila telah terjadi nyata dalam kehidupan masyarakat Indonesia,'' bebernya.
Benny lebih lanjut menjelaskan bahwa keputusan pemerintah Indonesia untuk tidak melakukan lockdown membuat  pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif  bertahan di dalam pembatasan akibat pandemi.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar