Dianggap Perbuatan Setan dan Penyakit Masyarakat, MUI dan Polda Jateng Sepakat Berantas Perjudian

Selasa, 20 September 2022 08:07 WIB

Share
Dianggap Perbuatan Setan dan Penyakit Masyarakat, MUI dan Polda Jateng Sepakat Berantas Perjudian
Ketua Umum MUI Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji dan Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat hadir di Acara Ulama Menyapa yang membahas soal judi. Foto: Ist

SEMARANG, JATENG.POSKOTA.CO.ID  – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah bersama Polda Jateng sepakat dan berkomitmen untuk bersama-sama berperan memberantas perjudian, yaitu ulama dengan pencegahan dan kepolisian dengan penindakan. Hal itu disampaikan saat menjadi nara sumber dalam Acara Ulama Menyapa yang ditayangkan langsung TVKU Semarang, Senin sore (19/9/2022).


Ulama Menyapa bertema Kesigapan Kepolisian dan Peran Ulama dalam Memberantas Perjudian di Jawa Tengah dipandu host Myra Azzahra. Menghadirkan Ketua Umum MUI Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji dan Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi. 



Kiai Ahmad Darodji menegaskan,  aktivitas judi khamr atau miras merupakan perbuatan setan yang harus dijauhi setiap umat beragama agar selamat. Judi mempunyai efek candu, di mana sebagian pelakunya terobsesi untuk mengulanginya lagi.


“Hebatnya judi ini meski kalah, pelakunya tidak kapok. Dia akan selalu mencoba dan mencoba lagi. Contohnya, pada saat ini dia kalah Rp 50.000 maka dia akan berusaha bagaimana modalnya kembali. Dia juga tak ragu menaikkan taruhan jadi Rp 100.000,” paparnya.



Sedangkan Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk penyakit masyarakat, utamanya perjudian. Selain upaya preemtif dan sosialisasi, ia menyebut upaya penindakan sudah dilakukan untuk memberi efek jera. Meski demikian, Kapolda menyampaikan sebenarnya Polda tak bangga bisa memenjarakan para pelaku judi.


Kapolda menyebutkan, selama periode Januari sampai September 2022, Polda Jateng dan jajaran sudah memproses 477 tersangka judi. Beragam kasus yang ditangani termasuk di antaranya judi online, offline, gelanggang (arena) dan sabung ayam. “Seluruh jajaran sudah saya perintahkan untuk tidak memberi ruang pada perjudian, tanpa pandang bulu,” tegasnya.



KH Ahmad Darodji menyebut efek ini dapat memunculkan potensi psikologis yang negatif dan berbahaya buat diri dan orang di sekitarnya. “Bisa memicu permusuhan dan sakit hati sehingga apa pun akan dilakukan. Maka dari itu, di sinilah para ulama sepakat bahwa mental masyarakat harus terus diperbaiki ke arah yang positif dan produktif. Jangan sampai rusak lagi,” pungkasnya. 


Jateng Bersih Judi 


Kapolda mengklaim saat ini Jateng sudah bersih dari judi. Jika masih muncul, ia meminta segera lapor baik ke Polsek atau Polres. “Hasilnya sekarang sudah bersih. Namun kalau (pelaku judi) masih berani muncul lagi, saya minta masyarakat segera lapor polisi, baik itu Polsek atau Polres. Saya pastikan akan ditindak tegas karena sudah menjadi komitmen bapak Kapolri yang sudah disampaikan ke seluruh jajaran Polda,” tegasnya.


Namun dia kembali menekankan, pemberantasan judi harus melalui upaya komprehensif agar berhasil optimal. Upaya preemtif dan preventif juga harus dikedepankan. “Karena perjudian itu sudah mengakar bukan di Jawa tengah saja namun di seluruh daerah ada,” kata Kapolda.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar