Pancasila untuk Tatanan Dunia yang Baru

Kamis, 22 September 2022 12:56 WIB

Share
Pancasila untuk Tatanan Dunia yang Baru
Antonius Benny Susetyo

Oleh:  Antonius Benny Susetyo 

 

INDONESIA memiliki potensi yang besar untuk menjadi poros tatanan baru dalam perdamaian dunia. Pancasila, ideologi negara yang dimiliki oleh Indonesia, bisa menjadi kekuatan alternatif untuk menciptakan tata dunia baru, yakni humanisme. Hal ini dijelaskan oleh Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dalam Sidang Terbuka Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa Universitas Soka, Tokyo, Jepang, pada tanggal 8 Januari 2020. 


Tatanan dunia baru adalah teori konspirasi yang menyatakan sebuah periode bersejarah yang mengubah secara drastis dunia serta pemegang kuasa di dunia. Tata dunia baru ini diyakini melibatkan satu atau lebih kelompok elite yang berusaha mengatur dunia melalui salah satu sistem pemerintah global.

 

Daya tarik dalam tata dunia baru ini adalah berpotensi mengakhiri perang serta sengketa politik, menghapus kemiskinan, sakit penyakit, dan kelaparan, dengan tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan serta harapan segenap umat manusia melalui perdamaian global. 


Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NKRI) Tahun 1945 alinea keempat, menyatakan tujuan dari negara Indonesia, yaitu: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

 

Dalam konstitusi Indonesia, negara ini memiliki fokus, selain untuk memajukan negara dan bangsa Indonesia sendiri, untuk berpartisipasi aktif melaksanakan dan menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan pada kemerdekaan bangsa dan negara, serta perdamaian abadi yang tercipta atas kesadaran akan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat di dunia. 

Keadaan Ideal

Halaman
Reporter: Admin Jateng
Editor: Aji
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar