Diduga Lakukan Penipuan, Pengusaha Beras Demak Dilaporkan ke Polda Kalbar

Kamis, 29 September 2022 19:41 WIB

Share
Mangatur Nainggolan. Foto: ist
Mangatur Nainggolan. Foto: ist


DEMAK, JATENG.POSKOTA.CO.ID - Diduga melakukan penipuan, pengusaha beras inisial AL, warga Krapyak Timur Kelurahan Bintoro Demak, dilaporkan BHL (61) warga Jalan Candramidi Pontianak ke Polda Kalbar. AL disebutkan merugikan BHL hingga Rp 9,5 miliar sehubungan transaksi fiktif berkedok penjualan beras berkualitas. 

Mangatur Nainggolan SH selaku penasihat hukum korban saat pers rilis mengungkapkan, perkenalan klien-nya dengan AL terjadi pada 2019. Sehubungan Covid-19 tengah mewabah dan diberlakukannya PPKM, komunikasi promosi barang hingga transaksi dilakukan melalui WhatsApp. 

 

"Modusnya, AL atas nama UD Wandi yang beralamat di Desa Karangmlati Kecamatan Demak, menjual beras berkualitas dengan harga murah asalkan pembayaran dilakukan secara cash atau kontan," ujar Mangatur Nainggolan, Kamis 29 September 2022.
Transaksi pertama hingga kurang lebih setahun, disebutkan, barang yang dijual AL diterima sesuai pesanan. Pembayaran 90 persen, barang dikirim dari Demak, setelah sampai di Pontianak menggunakan ekspedisi baru lakukan pelunasan. 

"Karena modal percaya, selama ini transaksi jual beli tidak disertai tanda bukti pembayaran atau tanda terima ataupun surat jalan pengiriman. Karena jumlahnya puluhan ton, beras dikirim menggunakan kontainer-kontainer  kapasitas 25 ton," imbuhnya. 


Komplain


Hingga kemudian barang yang dikirim beberapa kali mulai tidak sesuai spek, komplain pun dilayangkan BHL. Namun karena masih ada itikad baik mengganti beras yang tidak sesuai kualitasnya, hubungan jual beli beras senilai miliaran rupiah itu pun masih berlanjut.

 

Bersamaan meredanya  Covid-19, BHL berinisiatif ke Jawa untuk menemui AL. Namun berdalih gudang Demak sedang direnovasi, BHL diajak meninjau gudang cadangan di Pati. Meski mulai muncul kecurigaan, namun DHL disebutkan berusaha berpikiran positif dan melanjutkan hubungan jual beli beras dengan AL.

Hingga pada Juni lalu DHL kembali ke Demak, sehubungan kecurigaannya terkait pengiriman fiktif yang dilakukan AL dan suaminya AP. Meski di Demak DHL berhasil mengunjungi gudang UD Wandi, yang sebelumnya disebutkan AL sedang direnovasi dan melihat adanya kegiatan penggilingan beras, namun tidak demikian dengan hasil kroscek ke perusahaan ekspedisi yang rutin mengirimkan beras AL ke Pontianak.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar