Hadiri Peringatan Hari Bakti PU ke-77, Bupati Kendal : Ada 13 Persen Pembangunan Jalan yang Belum Rampung

Senin, 5 Desember 2022 18:42 WIB

Share
Bupati Kendal, Sekda, Plt Kepala DPUPR dan jajaran usai acara peringatan Hari Bakti PU ke-77, Senin (5/12). Foto: Anik
Bupati Kendal, Sekda, Plt Kepala DPUPR dan jajaran usai acara peringatan Hari Bakti PU ke-77, Senin (5/12). Foto: Anik

KENDAL, JATENG.POSKOTA.CO.ID  - Sekitar 13 persen pembangunan jalan belum dirampungkan pada tahun 2022 ini. Hal ini disampaikan oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto saat menghadiri acara Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-77 Kabupaten Kendal di Halaman Dinas PUPR, Senin 5 Desember 2022.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto, mengungkapkan, Pemkab Kendal masih memiliki pekerjaan rumah (PR) terkait jalan yang belum dibangun yakni jalan kabupaten yang rusak parah. Diharapkan pada tahun 2023 mendatang akan bisa terselesaikan.

 

"Kita sudah ada kajian prioritas mana yang akan kita kerjakan. Prinsipnya kita upayakan akan selesai semua pada tahun 2023. Memang masih ada cukup banyak sekitar 30 kilometer yang harus diselesaikan," ujar Dico.

Menurutnya, pembangunan insfraktruktur sangat penting dan harus mendapatkan prioritas untuk segera diselesaikan karena merupakan kebutuhan pokok guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal. 

"Daerah atas seperti Cening, perbatasan Temanggung semua akan kita perhatikan. Jalan ini menjadi kebutuhan pokok yang harus kita selesaikan lebih awal," terang Dico.


Jaga Silaturahmi


Ditambahkan dia, melalui peringatan Hari Bakti PU ke-77 dengan tema 77 Tahun Bakti PUPR Sigap Membangun Negeri, bertujuan untuk menjaga silaturahmi dan kolaborasi seluruh insan PU di Kendal yakni PUPR, Perkim dan Lingkungan Hidup.
"Harapannya sinergitas ini terus kita. Saling support saling mendukung walaupun kadang bukan tupoksinya PU tapi LH begitu sebaliknya," ungkapnya.

 

Sementara itu, Plt DPUPR, Sudaryanto menjelaskan, tahun 2021 pihaknya telah berhasil menyelesaikan pembangunan infrastruktur meliputi, bidang Cipta Karya, yakni pemenuhan akses sanitasi layak sebesar 90,52 persen dan 16 rekomendasi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta 94,03 persen akses air minum masyarakat.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar