Kebijakan Listrik Gratis Diubah, Kini Ada Batas Maksimal Pemakaian

News —Jumat, 22 Januari 2021 13:59 WIB
Editor: Sania
    Bagikan:  
Kebijakan Listrik Gratis Diubah, Kini Ada Batas Maksimal Pemakaian
(foto : dikki / b.odah)

POSKOTAJATENG,

Pemerintah kini membatasi penggunaan listrik bersubsidi 450 VA dan 900 VA yang mendapat stimulus diskon tarif 100 persen alias gratis dan 50 persen pada Januari hingga Maret 2021.

Dalam sebuah Webminar Stimulus Keringanan Tagihan Listrik, Jumat (22/1/2021). Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Iswahyudi mengatakan pembatasan dilakukan agar pemberian stimulus listrik lebih tepat sasaran.

"Ada beberapa review dari BPK dan KPK supaya tidak terjadi kelainan (pemakaian) di lapangan. Jadi, disesuaikan dengan batasan maksimal jam nyala," kata Hendra.

 

BACA JUGA : Data Baru BNPB: 91 Orang Tewas Akibat Gempa di Sulbar

[page-pagination]

 

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril menjelaskan bahwa pelanggan pasca bayar golongan 450 VA hanya berhak untuk listrik gratis pada pemakaian 720 jam nyala atau setara 324 kWh.

Jadi apabila pemakaian melebihi batas tersebut, maka akan dikenakan tarif normal seperti biasa, yakni tarif 450 VA yang disubsidi.

"Karena kalau lebih daripada itu seharusnya memang bukan haknya lagi untuk mendapatkan listrik gratis. Sehingga pemakaian diskon tarif setara 720 jam nyala, yaitu sebesar 324 kWh, ini yang diberikan diskon 100 persen," ujar Bob.

 

,

BACA JUGA : Fiersa Besari Kini Lebih Waspada Setelah Istri dan Mertua Terpapar Covid-19

 

Perubahan Kebijakan Listrik Gratis

Sementara itu untuk pelanggan pasca bayar golongan 900 VA bersubsidi, listrik gratis diberikan untuk pemakaian 720 jam nyala atau setara 648 kWh. Di atas itu akan dikenakan tarif normal yang disubsidi.

Selanjutnya, untuk pelanggan pra bayar golongan 450 VA, ada sedikit perubahan di mana token gratis diberikan sebesar stimulus tahun lalu. Yaitu, token listrik gratis diberikan sebesar pemakaian tertinggi pada bulan Desember 2019-Februari 2020.

Sementara untuk pelanggan pra bayar golongan 900 VA bersubsidi, diskon tarif hingga 50 persen diberikan ketika pelanggan melakukan transaksi pembelian token.

Hal tersebut sedikit berbeda dengan tahun lalu di mana diskon tarif 50 persen diberikan berdasarkan konsumsi tertinggi Desember 2019-Februari 2020 dalam bentuk token listrik gratis.

"Jadi, mereka harus beli token dulu baru kemudian tokennya itu akan diberikan diskon 50 persen," tegasnya. 

    Bagikan:  

Berita Terkait