Ungkapan Angela Gilsha Bawa Abu Jenazah Marco Panari

Politik —Kamis, 4 Februari 2021 19:27 WIB
    Bagikan:  
Ungkapan Angela Gilsha Bawa Abu Jenazah Marco Panari

POSKOTAJATENG,


Bintang sinetron Angela Gilsha masih dirundung duka pasca-meninggalnya sang adik tercinta, pesinetron Marco Ponari.

"Pertama kali aku merasakan hancur yang sehancur-hancurnya dalam hidupku. Lihat mama papa nangis histeris di depan mata. Tidak pernah sedikit pun terlintas dalam pikiranku, adikku satu satunya akan pergi secepat ini," tulis Angela Gilsha, di akun Instagram pribadinya, Kamis (4/2/2021).

Bintang sinetron ini mengaku sedih dan tak bisa melupakan kenangan bersama adiknya.

"Bisa memeluk dan mencium adikku dalam keadaan dingin, kaku dan biru. Kejadian itu pasti akan selalu terputar di kepalaku sampai aku mati nanti. Selama hidupnya aku selalu berusaha memberikan yg terbaik untuk adikku sayang," tambahnya.


BACA JUGA : Panser Biru Siap Bantu Pemkot Semarang, Ikut Tekan Penyebaran Covid-19

[page-pagination]


Angela mengingat akan kenangan bersama Marco saat makan bersama.

"Bawa makan ke tempat tempat favorite nya.. Marco suka banget seafood sama turkish food, especially baklava. Kalau lagi jalan jalan aku selau nawarin dia mau beli apa atau lagi pengen apa. tapi dia jarang banget minta dibelin sesuatu. Setiap kita ngobrol juga pasti topiknya ngga jauh jauh tentang keberadaan kita di dunia ini, tentang kematian juga sering kita bahas, reinkarnasi, surga, neraka, dimensi, universe, spiritual consciousness. Teori teori konspirasi yang seru. Sama siapa lagi aku bisa bahas hal hal seperti ini selain sama kamu marco?" terangnya.


BACA JUGA : Dosen Psikologi USM raih Doktor Setelah Meneliti Emosi Moral Remaja


Aktris kelahiran Denpasar, Bali, 2 Juli 1994 ini, masih tak menyangka adiknya secepat itu meninggalkannya.

"Sampai detik ini pun aku masih bertanya tanya. kenapa sekarang Tuhan? Kenapa Marco? Marco masih kecil, masih banyak hal hal yang perlu dia lakukan, karirnya baru mau naik, baru kakak beliin mobil... kenapa?? Aku berusaha untuk bisa ikhlas tapi rasanya berat. sangat berat. Rasanya cuma waktu yang bisa menyembuhkan semuanya," ucapnya. 

Sekalipun sedih Angela Gilsha sedikit lega karena sudah bisa membikin Marco bahagia walau hanya sebentar.

,

"Tapi yang bikin aku lega, di masa masa terakhir hidupnya, marco bahagia. 1 hari sebelum marco pergi, latihan bawa mobil baru sama mama. marco bilang kalau marco happy banget," ungkapnya.

Sekalipun kematian mendiang adiknya pemuh teka-teki dan dilaporkan sang bunda ke polisi, Angela tidak mau menyalahkan siapa pun.


BACA JUGA : Jokowi Enggan Tanggapi Surat Partai Demokrat Tudingan Kudeta AHY

[page-pagination]


"Ngga ada yang perlu disalahkan dari kejadian ini. memang sudah jalannya dan, tidak ada yang bisa dilakukan lagi selain berdoa," ucapnya. 

"Sekarang adikku sudah jadi abu. Setidaknya bagian tubuh adikku sayang masih bisa berada di dekatku. Kita pulang ya marco. nanti aku taruh kamu di kamar kamu. Kita bisa sama sama terus, sampai nanti kita bisa ketemu lagi," katanya lagi.

BACA JUGA : Puluhan Wisatawan Tertahan di Pulau Karena Cuaca Buruk, Wali Kota Turun Tangan

"Biar gimanapun aku harus kuat. karena sekarang cuma aku sendiri yang bisa nguatin dan jagain mama papa. I love you marco and I miss you so much. aku berharap banget marco bisa datang ke mimpiku. Cium, peluk kakaknya," pungkas Angela Gilsha Panari. (mia/ys)



Editor: Sania
    Bagikan:  

Berita Terkait