Polres Blora Cokok Pelaku Pembalakan Liar dan Penganiayaan Mantri Hutan

Crime —Senin, 15 Februari 2021 18:13 WIB
    Bagikan:  
Polres Blora Cokok Pelaku Pembalakan Liar dan Penganiayaan Mantri Hutan
JUMPA PERS: Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama SIK saat memeperlihatkan barang bukti kasus pembalakan liar dan penganiayaan. Foto: Ist

JATENGPOSKOTA, BLORA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora Polda Jawa Tengah, berhasil meringkus tiga orang pria yang diduga pelaku pembalakan liar dan penganiayaan mantri hutan yang terjadi pada 15 Desember 2020 lalu.

Adapun kejadian terjadi di dalam kawasan hutan petak 5088 dan 5105 A RPH Sumberejo BKPH Nglebur KPH Cepu turut tanah Desa Bleboh,Kecamayan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Ketiga tersangka adalah warga Tuban, Jatim,  masing-masing  M alias Bulus (28), MFR alias Farid (29), dan SP (42). Ketiga tersangka tersebut dicokok petugas saat berada di wilayah Kecamatan Bangilan dan Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Kejadian berawal dari laporan Nyarwoto (50) salah satu karyawan Perhutani KPH Cepu, bahwa pada Selasa, 15 Desember 2020 Pkl 23.45 WIB di dalam kawasan hutan petak 5088 dan 5105 A RPH Sumberejo BKPH Nglebur KPH Cepu telah terjadi tindak pidana berupa penebangan pohon di dalam kawasan hutan tanpa seizin pejabat yang berwenang dan atau pencurian yang disertai dengan kekerasan.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Setiyanto SH MH, Kasat Sabhara Iptu Isnaeni SH MH serta Kasubbag Humas AKP H Soeparlan SH dan Kaur Bin Ops Satreksrim Iptu Edi Santosa SH serta Kasi Propam Ipda Hadi, saat konfrensi pers di halaman belakang Mapolres Blora, Senin, (15/02/2021) mengungkapkan bahwa pada saat itu korban sedang bertugas jaga di pos petak 5088 A RPH Sumberejo.

Disekap

Korban didatangi pelaku yang berjumlah sekitar 25 orang, selanjutnya langsung menyekap korban dengan disertai ancaman dengan menodongkan sejenis senjata api di kepala dan perut korban agar korban tidak melawan.

Pelaku berhasil menebang sebanyak 2 pohon jenis sonokeling ukuran keliling 270 cm sebanyak 1 batang dan ukuran keliling 240 cm sebanyak 1 batang  hingga roboh, yang kemudian diangkut pelaku dengan menggunakan 2 unit truk dan setelah itu korban ditinggal pelaku dalam keadaan terikat.

"Dari kejadian tersebut negara melalui perhutani KPH Cepu mengalamai kerugian sebesar Rp 41.596.000  dan korban sendiri mengalami kerugian sebesar Rp 1.900.000,- dan selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Blora," ucap kapolres.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah berupa tali rafia untuk mengikat korban, 1 unit truk No.Pol H 9613 AE warna kuning, 1 buah pedang panjang ± 70 cm, 3 buah hanphone milik tersangka, 2 batang kayu sonokeling sisa cabang 2 pohon yang ditebang pelaku, 2 buah sepatu boot milik korban, 1 buah tas warna hitam milik korban, 1 buah botol air mineral berkai oli dan 2 buah botol air minum.

"Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 12 huruf b Jo Pasal 82 ayat 1 huruf b UU RI no 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dan atau pencurian dg kekerasan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara," tambahnya. Aji

 

Editor: Ade
    Bagikan:  

Berita Terkait