Menko PKM Sebut Candi Borobudur Perlu Dikonstruksi Ulang untuk Bangkitkan Perannya sebagai Situs Budaya dan Keagamaan

News —Kamis, 18 Februari 2021 17:17 WIB
Editor: Aji
    Bagikan:  
Menko PKM Sebut Candi Borobudur Perlu Dikonstruksi Ulang untuk Bangkitkan Perannya sebagai Situs Budaya dan Keagamaan
Kunjungan Kerja Menko PMK, Muhajir Effendy di wilayah Borobudur. Foto: Harsono

POSKOTAJATENG, MAGELANG - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Indonesia, Muhajir Effendy menilai, candi Borobudur yang  memiliki keindahan arsitektur secara fisik, perlu dikonstruksi ulang untuk mengembalikan perannya sebagai situs budaya, ritual dan keagamaan.
"Saya tidak yakin dulu bahwa candi-candi yang ada di sekitar sini, termasuk Candi Pawon, Candi Borobudur ini tidak memiliki kaitan. Kenapa nenek moyang kita itu membangun candi posisinya seperti itu, pasti bukan hanya sekadar pantas-pantas saja. Maka harus dikonstruksi ulang sehingga kita bisa membangkitkan lagi Borobudur ini sebagai situs budaya, ritual dan keagamaan," ucapnya saat melakukan kunjungan kerja di wilayah Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (17/2/2021).

BACA JUGA:  Budi Bodrek Pimpin Pengkab Paralayang Magelang, Siap Ajak Pegiat Aerosport untuk Dongkrak Pariwisata

[page-pagination]


Kunjungan kerja ini sebagai upaya untuk mendorong percepatan pengembangan pembangunan manusia dan kebudayaan di kawasan Borobudur, termasuk upaya revitalisasi pada kawasan warisan budaya itu. Muhajir Effendy menekankan, apabila nanti harus dilakukan revitalisasi zonasi di kawasan Candi Borobudur harus tidak boleh asal memikirkan indahnya saja, terlebih agar pengunjung yang datang lebih ramai.
"Saya kira itu tidak benar, justru harus mengembalikan seperti dulu awal. Misalnya jangan sampai melakukan penataan apapun sebelum ada penjelasan yang bisa dipertanggung jawabkan, terutama dari segi keagamaan," tandasnya.


Super Prioritas


Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Edy Setijono mengatakan bahwa, kawasan Candi Borobudur telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi kawasan super prioritas, yang mana dibutuhkan kerjasama antar kementerian dan kelembagaan terkait agar apa yang diharapkan bisa terwujud sesuai target.

BACA JUGA: Banjir di Kudus Menelan Korban Jiwa


"Kami mohon arahan dari Pak Menko PMK agar percepatan target yang disampaikan oleh Bapak Presiden bisa kita wujudkan," katanya.
Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid dalam laporannya menyampaikan bahwa, rencana-rencana pembangunan di kawasan Borobudur ini perlu dilengkapi sebuah assessment mengenai dampak dari rencana pembangunan itu sendiri terhadap keutuhan situs warisan dunia (Candi Borobudur).


"Ada penataan akses Borobudur, Pawon, dan Mendut. Dan sekarang dibuatkan akses jalannya, hanya saja memang masih melalui review untuk dilihat haritage impact-nya apakah membantu atau justru malah sebaliknya. Selain itu juga ada project lainnya yang sudah dicantumkan dan saat ini sedang melalui review tersebut, yang terakhir ini adalah pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah yang akan dibangun di kawasan ini," jelas Hilmar Farid. Son

    Bagikan:  

Berita Terkait